ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Ini Sikap Sekjen PBB

Sabtu, 25 April 2026 | 10:23 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen PBB Antonio Guterres (media.un.org/pri.)

Beirut, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras meningkatnya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, menyusul gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi PBB.

Dalam pernyataan resmi, Guterres menyoroti kematian Praka Rico Pramudia, anggota United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka berat.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan,” tegas Guterres dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menilai insiden tersebut sebagai bagian dari rangkaian serangan yang semakin membahayakan keselamatan personel PBB di lapangan. Guterres menegaskan perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh dikompromikan dalam situasi konflik.

Berdasarkan temuan awal UNIFIL, posisi pasukan PBB di Lebanon selatan sebelumnya terkena tembakan artileri yang dikaitkan dengan Israel Defense Forces (IDF). Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Hezbollah dan militer Israel.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia, seraya berharap para personel yang terluka dapat segera pulih.

Hingga saat ini, sedikitnya enam penjaga perdamaian dilaporkan tewas dalam konflik tersebut, sementara sejumlah lainnya mengalami luka serius.

Sebelumnya, UNIFIL menyatakan Praka Rico Pramudia mengalami luka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempat ia bertugas di Lebanon selatan pada akhir Maret. Ia sempat dirawat intensif di Beirut sebelum akhirnya meninggal dunia.

Insiden tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian serangan yang menewaskan prajurit TNI lainnya, yakni Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ikhwan. Selain korban jiwa, beberapa personel dilaporkan mengalami luka dalam kejadian terpisah.

Situasi keamanan di Lebanon selatan hingga kini masih tegang. Risiko tinggi terus membayangi pasukan penjaga perdamaian yang berada di garis depan konflik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon