Kemarahan Jokowi soal Produk Dalam Negeri Harus Diseriusi Para Menteri
Minggu, 27 Maret 2022 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kemarahannya bahkan mengancam akan melakukan reshuffle kabinet terhadap kementerian yang tidak menggunakan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa. Para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Maju diminta merespons atas sikap Jokowi tersebut.
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas menjelaskan, kemarahan Jokowi sebaiknya tidak hanya ditanggapi dari sudut pandang politik semata. Dia menekankan supaya sikap Jokowi tersebut ditafsirkan dari sudut pandang strategi pembangunan, industrialisasi, serta peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia.
"Respons menteri-menteri dan eksekutif BUMN diharapkan lebih relevan dengan sudut pandang kedua," kata Abbas kepada wartawan, Minggu (27/3/2022).
Baca Juga: Geram, Jokowi Ancam Umumkan Kementerian yang Doyan Impor
Abbas menegaskan pentingnya para pihak terkait untuk merespons sikap Jokowi tersebut. Menurutnya, Indonesia sudah jauh tertinggal dalam aspek pengembangan teknologi serta industrialisasi dibanding negara-negara lain di Asia. Dia menambahkan, perlu adanya sikap serius dan disiplin untuk menghadapi masalah tersebut.
Abbas mencontohkan soal belanja Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia memandang daripada mengimpor peralatan rumah sakit, lebih baik Kemenkes membeli peralatan tersebut dari industri dalam negeri. Menurutnya, sudah ada sebagian industri dalam negeri yang mampu memproduksi peralatan kesehatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




