Indonesia Harapkan Kehadiran Penuh Semua Anggota G-20
Kamis, 28 April 2022 | 17:45 WIB
"Komunikasi dengan pihak Ukraina dan pihak-pihak lainnya akan terus dilakukan untuk mendapatkan update mengenai perkembangan situasi. G-20 perlu mendengarkan pandangan semua pihak dan membahas hal-hal yang dapat dilakukan untuk menyikapi dampak perang (di Ukraina) tersebut terhadap perekonomian global," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (27/4/2022) mengatakan di Twitter bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mengundangnya untuk hadir di pertemuan puncak kelompok 20 negara ekonomi terbesar (G-20) tahun ini.
Ukraina bukan anggota G-20, tapi ketua-ketua G-20 sebelumnya pernah mengundang negara-negara lain sebagai tamu untuk menghadiri pertemuan.
Baca Juga: Presiden Ukraina Mengaku Diundang Presiden Jokowi ke KTT G-20
G-20 telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan.
Sejumlah anggota G-20 bahkan telah menyerukan agar Rusia dan Presiden Vladimir Putin dikeluarkan dari daftar kehadiran di KTT G-20 di Bali pada November. Namun, Pemerintah Indonesia menolak dan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan hal itu.
"Indonesia menjalankan tugasnya sebagai pemegang Presidensi G-20 berdasarkan aturan dan prosedur seperti presidensi sebelumnya," kata Dian Triansyah Djani.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




