ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Harapkan Kehadiran Penuh Semua Anggota G-20

Kamis, 28 April 2022 | 17:45 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Tangkapan layar Co-Sherpa G-20 Indonesia Dian Triansyah Djani ketika berbicara dalam seminar daring “Peran Diplomasi Indonesia dalam Presidensi G20”, yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI pada 5 Januari 2022.
Tangkapan layar Co-Sherpa G-20 Indonesia Dian Triansyah Djani ketika berbicara dalam seminar daring “Peran Diplomasi Indonesia dalam Presidensi G20”, yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI pada 5 Januari 2022. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia, sebagai pemegang presidensi, mengharapkan kehadiran penuh semua negara anggota G-20 dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk mendorong perhelatan G-20 berjalan sukses, kata Co-chair Sherpa G-20 Indonesia Dian Triansyah Djani.

"Semua langkah dilakukan untuk mendorong perhelatan G-20 berjalan dengan sukses ... Harapan Indonesia, sebagaimana presiden G-20 sebelumnya, kita ingin kehadiran semua negara anggota G-20 secara penuh untuk membahas agenda-agenda yang sudah disepakati bersama," kata Dian Triansyah Djani dalam kegiatan pengarahan pers mingguan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Saat ditanya tentang isu kehadiran pemimpin Rusia dan Ukraina pada konferensi tingkat tinggi (KTT) G-20 di Bali pada November, Trian mengatakan bahwa soal kehadiran Rusia dan Ukraina memang mewarnai pembahasan di berbagai forum dunia, tak terkecuali G-20.

Baca Juga: Dukungan Turki ke Presidensi G-20 Indonesia Beri Dampak Positif

ADVERTISEMENT

Namun, dia menekankan bahwa Pemerintah Indonesia tentu terus berkonsultasi dan berkomunikasi dengan semua pihak untuk mensukseskan presidensi G-20 Indonesia dan perhelatan G-20.

"Komunikasi akan dilakukan antara presiden dan informasi disampaikan oleh pihak Istana (Presiden RI). Dalam waktu dekat pihak istana presiden RI akan menyampaikan informasinya ... Komunikasi dan konsultasi juga dilakukan di tingkat Presiden RI termasuk dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky," ujar Trian.

"Pembicaraan antara kedua kepala negara akan disampaikan langsung oleh pihak Istana (Presiden RI)," lanjutnya.

Dia menambahkan, G-20, sebagai forum yang berfokus pada tata kelola ekonomi global, tentu perlu membahas tentang dampak ekonomi dari perang di Ukraina.

"Tentu ada pembahasan kerja sama untuk menangani dampak perang di Ukraina terhadap ekonomi global, terutama dampaknya terhadap harga energi, ketahanan pangan, dan lainnya," ucap Trian.

Sebagai negara anggota G-20, kata dia, Indonesia menegaskan bahwa dampak ekonomi dari perang di Ukraina juga penting untuk dipikirkan dan diperlukan kerja sama luas untuk menghentikannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

NASIONAL
Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

MULTIMEDIA
Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

NASIONAL
BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

EKONOMI
RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

INTERNASIONAL
Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon