Kemenparekraf Sosialisasi Sadar Wisata di Simalungun dan Toba
Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:07 WIB
Simalungun, Beritasatu.com - Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh mengatakan, sosialisasi Sadar Wisata menjadi program strategis di tengah situasi pandemi yang tengah bergerak menuju endemi.
"Kita perlu menata dan memastikan upaya-upaya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," ujar Frans dalam sambutan sosialisasi Sadar Wisata di empat desa yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun dan Toba, Sumatera Utara.
Empat desa itu yakni Desa Sibaganding (Kabupaten Simalungun), Desa Lumban Silintong (Toba), Desa Siboruon (Toba), dan Desa Silalahi Pagar Batu (Kabupaten Toba).
Frans menegaskan kekuatan pariwisata saat ini berada di wilayah pedesaan, sehingga hal paling mendasar dan diperlukan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas adalah standar pelayanan sebagai tuan rumah.
"Para pelaku pariwisata tentu berharap para wisatawan merasa betah, nyaman, berkunjung dalam durasi yang lama bahkan akan datang kembali. Untuk itu aktivitas wisata yang ditawarkan harus memberikan pengalaman terbaik dan unik sehingga menarik bagi wisatawan," kata Frans dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (25/6/2022).
Frans menyebutkan, sosialisasi Sadar Wisata menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata yang diinisiasi oleh Kemenparekraf dan didukung oleh Bank Dunia dan menyasar sebanyak 65 Desa Wisata di tahun 2022 dan 90 Desa Wisata di tahun 2023.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat membuka secara daring mengatakan, sosialisasi Sadar Wisata bertujuan membangun kesadaran para pelaku pariwisata dalam mengembangkan potensi pariwisata desa melalui tiga pilar utama yakni Sapta Pesona, Pelayanan Prima, dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability).
Sandiaga mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak signifikan khususnya bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu kita terus mendorong pariwisata berkualitas yang menawarkan experience atau pengalaman unik yang membawa kenyamanan bagi para wisatawan.
"Desa Wisata menjadi salah satu alternatif destinasi wisata alam yang dapat menghadirkan keunikan, melalui ciri khas produk lokal, atraksi daerah, serta pelayanan berkualitas," ujar Sandiaga Uno.
Tidak hanya mengembangkan produk dan atraksi unik dari setiap desa, Menparekraf juga menegaskan pentingnya penerapan Sapta Pesona dan CHSE.
Menurut Sandiaga, saat ini terjadi pergeseran tren pariwisata menjadi low mobility, low touch, less crowd dan hygiene.
Wisatawan lebih memilih perjalanan domestik dan destinasi wisata yang tidak terlalu ramai dan aktivitas kebugaran di ruang terbuka dengan pilihan atraksi wisata alam dan budaya.
"Desa wisata dapat menarik wisatawan karena menawarkan berbagai pengalaman unik dan atraksi menarik. Hal ini akan membuka lapangan kerja, peluang usaha baru ekonomi kreatif, dan menjadi alternatif ketahanan pangan, energi dan ekonomi Indonesia," paparnya seraya mengajak seluruh pelaku pariwisata desa memberikan layanan berkualitas kepada wisatawan dan terus melakukan adaptasi, inovasi dan kolaborasi dengan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi lapangan kerja) untuk kebangkitan pariwisata Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




