ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Kejahatan Kemanusiaan di Papua Diminta Diusut Secara Hukum

Selasa, 19 Juli 2022 | 21:36 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Usman Hamid.
Usman Hamid. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Perwakilan Koalisi Kemanusiaan untuk Papua Usman Hamid meminta pemerintah dapat mengusut secara hukum pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua. Sebab, para pelaku kejahatan telah melanggar norma hukum humaniter.

"Harus pelakunya diusut dan dituntut, diadili di pengadilan, baik di pengadilan pidana maupun pengadilan hak asasi manusia jika negara dapat kategorisasikan peristiwa tersebut sebagai peristiwa pelanggaran HAM berat," kata Usman dalam diskusi publik bertajuk "Eskalasi Papua, DOB, dan Putusan MK" yang digelar oleh Yakoma PGI secara daring, Selasa (19/7/2022).

Usman menerangkan, pemerintah Indonesia maupun kelompok pro kemerdekaan Papua terikat untuk patuh pada norma-norma hak asasi manusia dalam suatu konflik bersenjata, yaitu norma hukum humaniter.

Baca Juga: Moeldoko Pastikan Pemerintah Gerak Cepat Tangkap KKB di Papua

ADVERTISEMENT

"Dalam norma hukum humaniter, mereka tidak boleh menyerang sipil, baik itu manusianya, maupun juga objek-objek sipil seperti sekolah atau rumah ibadah atau sasaran sipil lainnya," ujar Usman Hamid.

Direktur Amnesty International Indonesia ini menilai telah terjadi kekosongan hukum di Papua dalam mengevaluasi kepatuhan kedua belah pihak, baik kelompok pro kemerdekaan Papua maupun pemerintah Indonesia terhadap norma hukum humaniter dalam situasi konflik saat ini.

Diberitakan, KKB kembali melakukan penyerangan terhadap masyarakat sipil, di kabupaten Nduga Papua, pada Sabtu (16/7/2022). Aksi keji ini menyebabkan sebelas orang meninggal dunia, yang diantaranya adalah tokoh agama.

Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Rahmadani mengatakan aksi penembakan tersebut terjadi di Kampung Nagolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/07/2022) pagi.

Baca Juga: Politikus PKS: Saatnya TNI-Polri Memburu KKB Papua

Menurut Faizal, dalam peristiwa ini sebanyak 10 orang menjadi korban dan telah dibawa ke Puskesmas Kenyam. Faizal meyakini aksi penyerangan yang menewaskan sembilan warga ini dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Sebelumnya pada awal Juni 2022, KKB pimpinan Egianus Kogoya juga melakukan menembaki pesawat SAM Air yang saat itu tengah terparkir di Bandara Kenyam, usai mengangkut muatan sembako dari Wamena, Jayawijaya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun pesawat dengan nomor registrasi PK-SMG tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat diberondong tembakan oleh KKB. Akibatnya, pesawat tidak dapat melanjutkan penerbangan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

NASIONAL
11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

NUSANTARA
14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

NUSANTARA
Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

LIFESTYLE
Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

NASIONAL
Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon