Koalisi LBH Sinyalir Ada Upaya-upaya Pengaburan Fakta Tragedi Kanjuruhan
Senin, 10 Oktober 2022 | 08:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil mengatakan ada empat fakta tambahan penemuan Tragedi Kanjuruhan di Malang. Koalisi mensinyalir adanya penutupan dan pengaburan fakta yang terjadi di dalam proses penyelidikan.
Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andi Muhammad Rezaldy, memaparkan ada 4 fakta tambahan terkait tragedi Kanjuruhan, Malang beberapa waktu lalu. Dia menyampaikan hal tersebut pada acara konferensi pers Pemaparan Hasil Investigasi yang dilakukan secara digital melalui Zoom dan kanal Youtube Yayasan LBH Indonesia, Minggu (9/10/2022).
Pertama, sebanyak 24 saksi yang telah diperiksa secara langsung maupun tidak langsung, baik melalui korban hidup, saksi dan pernyataan dari keluarga korban mengenai fakta di lapangan, dibagi menjadi dua. Pertama dari sisi penetapan tersangka yang masih menjadi persoalan dan yang sudah ditetapkan. Kedua hal-hal yang melibatkan korban.
Kedua, garis police line yang dicabut sebelum diadakannya proses rekonstruksi kejadian oleh kepolisian menimbulkan tanda tanya besar di dalam masyarakat terkait penyebab insiden tersebut.
Ketiga, persoalan data korban meninggal. Andi mengatakan jika pihak kepolisian menemukan kondisi meninggal yang tidak wajar, diharuskan melakukan autopsi terhadap jenazah.
"Tetapi, apakah hal tersebut sudah dilakukan? Kami belum mendapat informasi yang jelas dan detail penyebab kematian para korban," ungkap Andi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




