Laba Bersih General Motors Anjlok 85%
Kamis, 24 April 2014 | 19:48 WIB
Detroit – Produsen mobil terbesar Amerika Serikat, General Motors (GM), melaporkan penurunan laba bersih hingga 85% di kuartal pertama tahun ini akibat biaya penarikan kembali jutaan kendaraan dan masalah nilai tukar mata uang di Venezuela.
Menurut GM, laba kuartal I ini sebesar US$ 125 juta, dibandingkan US$ 865 pada periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan harus mengeluarkan US$ 1,3 miliar pada kuartal I ini untuk membiayai penarikan sekitar 7 juta kendaraan, termasuk 2,6 juta mobil kecil yang di-recall karena kerusakan pada tombol kunci.
GM juga dipaksa mengeluarkan US$ 419 juta akibat devaluasi mata uang di Venezuela.
Kepala eksekutif GM, Mary T. Barra, mengatakan operasi perusahaan cukup kuat pada kuartal I, terlepas dari krisis yang berlanjut karena tidak cepat menarik mobil jenis Chevrolet Cobalt dan lima model lainnya terkait kerusakan tombol kunci yang membuat mesin mati dan airbag tidak berfungsi.
"Kinerja operasi inti kami sangat kuat di kuartal tersebut, dan mencerminkan respon positif atas mobil-mobil baru yang kami hadirkan ke pasar," kata Barra.
Hasil ini agak lebih baik dari dugaan para analis sebelumnya. GM sebelumnya mengatakan akan membelanjakan US$ 1,3 miliar untuk membiayai recall kendaraan.
Menurut perusahaan, pendapatan kuartal tersebut tercatat US$37,4 miliar, naik dari US$ 36,9 miliar periode yang sama tahun lalu.
Dalam periode itu, GM menjual 2,42 juta unit kendaraan, naik 2% dibandingkan 2,36 juta unit tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




