IIMS 2012
Penjualan Mobil Tahun Depan Diperkirakan Naik Tipis
Jumat, 21 September 2012 | 00:39 WIB
Penjualan mobil diperkirakan mencapai 1.050.000 unit di tahun 2013.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan jumlah penjualan mobil tahun depan naik tipis sebesar 5 persen dari target satu juta unit tahun ini.
Hal ini dikarenakan Indonesia masih dihantui ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Demikian disampaikan Ketua Umum Gaikindo, Sudirman Maman Rusdi, di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/9).
Sudirman mengaku, target 5 persen tersebut adalah target pesimistis. Pasalnya masih banyak tanda tanya mengenai kondisi perekonomian dunia dan dalam negeri. Penjualan mobil diperkirakan mencapai 1.050.000 unit di tahun 2013.
"Gaikindo masih menunggu kejelasan peraturan Low Carbon Emission, kebijakan menyangkut BBM, uang muka, kenaikan tarif dasar listrik," ujarnya.
"Itu semua saling terkait. Tetapi mudah-mudahan stabilitas politik sama seperti saat ini dan kondisi makro ekonomi membaik," lanjutnya.
Dia mengatakan, kenaikan TDL tersebut akan berdampak pada inustri otomotif terutama industri komponennya.
"Industri perakitan akan terkena dampaknya, tapi yang lebih besar di industri komponen," kata dia.
Sudirman melanjutkan, Gaikindo akan melakukan kalkulasi kenaikan biaya terhadap dampak kenaikan TDL sekitar 15 persen tahun depan.
Meskipun banyak ketidakpastian, namun Sudirman berharap dengan banyaknya model baru akan dapat mendorong penjualan.
"Semakin banyaknya produk baru yang dirilis produsen, justru masyarakat akan diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan," ujar dia.
Dia mengatakan, ada potensi pasar sebesar 45 juta orang kelas menengah di Indonesia saat ini. Hal ini menandakan bahwa permintaan jauh lebih besar daripada suplai, karena saat ini produksi mobil Indonesia baru akan mencapai 1 juta unit per tahun.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan jumlah penjualan mobil tahun depan naik tipis sebesar 5 persen dari target satu juta unit tahun ini.
Hal ini dikarenakan Indonesia masih dihantui ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Demikian disampaikan Ketua Umum Gaikindo, Sudirman Maman Rusdi, di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/9).
Sudirman mengaku, target 5 persen tersebut adalah target pesimistis. Pasalnya masih banyak tanda tanya mengenai kondisi perekonomian dunia dan dalam negeri. Penjualan mobil diperkirakan mencapai 1.050.000 unit di tahun 2013.
"Gaikindo masih menunggu kejelasan peraturan Low Carbon Emission, kebijakan menyangkut BBM, uang muka, kenaikan tarif dasar listrik," ujarnya.
"Itu semua saling terkait. Tetapi mudah-mudahan stabilitas politik sama seperti saat ini dan kondisi makro ekonomi membaik," lanjutnya.
Dia mengatakan, kenaikan TDL tersebut akan berdampak pada inustri otomotif terutama industri komponennya.
"Industri perakitan akan terkena dampaknya, tapi yang lebih besar di industri komponen," kata dia.
Sudirman melanjutkan, Gaikindo akan melakukan kalkulasi kenaikan biaya terhadap dampak kenaikan TDL sekitar 15 persen tahun depan.
Meskipun banyak ketidakpastian, namun Sudirman berharap dengan banyaknya model baru akan dapat mendorong penjualan.
"Semakin banyaknya produk baru yang dirilis produsen, justru masyarakat akan diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan," ujar dia.
Dia mengatakan, ada potensi pasar sebesar 45 juta orang kelas menengah di Indonesia saat ini. Hal ini menandakan bahwa permintaan jauh lebih besar daripada suplai, karena saat ini produksi mobil Indonesia baru akan mencapai 1 juta unit per tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




