Regulasi AI Diperlukan agar Tidak Disalahgunakan
Kamis, 26 Oktober 2023 | 05:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur PT Astra Otoparts Kusharijono menilai perlu adanya regulasi terkait penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Regulasi tersebut juga harus mempertimbangkan aspek perlindungan dan dampaknya agar tidak disalahgunakan.
Pendapat tersebut disampaikan Kusharijono dalam diskusi bertajuk "How Indonesia Can Capitalize on the Global AI Revolution (Transition)" dalam rangkaian acara BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2023).
"Saya setuju bahwa pemerintah sebagai regulator dan wasit harus memberikan aturan-aturan tertentu agar melindungi penggunaan AI untuk hal-hal yang positif," kata Kusharijono.
Dia juga mengakui, penerapan AI dapat meningkatkan produktivitas perusahan, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
"Mengurangi dampak kualitas yang buruk, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan hasil yang positif bagi perusahaan," kata Kusharijono.
CEO dan Co-Founder Digiasia Bios Alexander Rusli juga sependapat dengan Kusharijono bahwa peran pemerintah seharusnya melindungi agar AI tidak disalahgunakan. Perkembangan AI juga diharapkan bisa berjalan seimbang dan tidak terlalu cepat agar semua pihak bisa merasakan manfaatnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




