Rusia dan Tiongkok Kerja Sama Membuat Reaktor Nuklir di Bulan
Jumat, 15 Maret 2024 | 06:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rusia dan Tiongkok akan melakukan kerja sama meembuat reaktor nuklir di bulan. Dikutip Space, Jumat (15/3/2024), badan antariksa Rusia, Roscosmos menyatakan kerja sama pembangunan reaktor nuklir di bulan dengan Tiongkok itu rencananya akan dilakukan pada 2035.
Reaktor nuklir itu rencananya akan digunakan sebagai sumber energi bagi pangkalan bersama Rusia dan Tiongkok di bulan. Pangkalan tersebut nantinya dinamakan International Lunar Research Station (ILRS).
"Kedua negara akan bersama-sama mengoperasikan reaktor nuklir itu sebagai sumber energi," sebut Space.
Yury Borisov, Direktur Jenderal Roscosmos mengatakan protek tersebut akan jadi program prestisius buat Rusia dan Tiongkok. Apalagi proyek itu akan dilakukan menggunakan teknologi terkini yakni tanpa menggunakan bantuan manusia.
Jadinya proyek pembangunan reaktor nuklir di bulan akan dilakukan memanfaatkan teknologi robot dan otonom.
"Kami serius mempertimbangkan sebuah proyek di permukaan bulan bersama dengan kolega kami dari Tiongkok," kata Yury Borisov.
Dia juga megatakan saat ini Roscosmos juga mencari cara menggunakan roket bertenaga nuklir besar untuk mengirimkan kargo ke bulan untuk membangun pangkalan tersebut. Hanya saja badan antariksa tersebut belum menemukan cara membangun pesawat luar angkasa tersebut dengan aman.
Roscosmos menyebutkan pangkalan internasional di bulan dengan tenaga reaktor nuklir itu akan terbuka untuk semua negara. Hanya saja menurut Space, Tiongkok dan Rusia tidak akan membuka kesempatan yang sama buat astronot dari Amerika Serikat.
Hal itu terjadi karena saat ini hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat di bidang teknologi luar angkasa tengah memanas. Badan antariksa Amerika Serikat NASA tidak meneruskan kerja sama dengan Roscosmos di International Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Alhasil pada 2025, seluruh astronot Rusia tidak lagi diizinkan berada di ISS. Hal itu dilakukan sebagai sanksi yang dijatuhkan ke Rusia karena invasi Ukraina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




