ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Seorang Ibu di AS Gugat Tesla karena Anak 2 Tahun Nyalakan Model X

Minggu, 14 April 2024 | 09:50 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Tesla model X.
Tesla model X. (Tesla/Tesla)

Jakarta, Beritasatu.com- Seorang ibu asal California, Amerika Serikat (AS), Mallory Harcourt mengajukan gugatan terhadap mobil listrik Tesla, karena cacat desain model X sehingga anak laki-lakinya berusia 2 tahun bisa menyalakan mobil dan menabraknya.

Namun, dikutip dari Carscoops pada Sabtu (13/4/2024), Tesla milik Elon Musk itu menyangkal gugatan tersebut.

Harcourt bersama suaminya, membeli model X pada 2018, karena tertarik dengan fitur-fitur keamanan yang ditawarkan Tesla. Namun, akibat kecelakaan itu dia mempertanyakan keamanan Tesla.

ADVERTISEMENT

Menurut gugatannya, saat kejadian Harcourt tengah mengganti popok anaknya di garasi sebelum masuk ke dalam rumah. Dia mengambil tas popok dari mobil dan meninggalkan pintu pengemudi terbuka. 

Saat dia sibuk mengganti popok, anaknya yang berusia 2 tahun berjalan ke mobil dan naik ke dalam. “Setelah sadar, dia memanggil anaknya dan berjalan ke arah model X,” tulis gugatan Harcourt.

Ketika berada di dalam mobil, anak laki-laki tersebut menyentuh pedal rem dan menyalakan mobil. Dia kemudian menyentuh tuas persneling, menggeser mobil ke gigi drive, dan menekan pedal gas. Hal ini menyebabkan mobil listrik itu bergerak dengan kecepatan 12 km per jam menabrak dirinya. 

Menurut pengacaranya, akibat kejadian itu tulangnya patah. Dia juga harus dirawat di rumah sakit selama seminggu, dengan biaya pengobatan mencapai US$ 73.000 (sekitar Rp 1,2 miliar).

Pengacara Harcourt berpendapat wajar bagi seorang anak kecil untuk naik ke dalam mobil. Namun, dia tidak mengira seorang anak berusia 2 tahun dapat menyalakan mobil. Mereka menuduh kecelakaan itu terjadi karena desain Tesla tidak aman. 

Namun, Tesla menyangkal klaim tersebut. Cedera yang diderita Harcourt adalah akibat kelalaiannya sendiri karena meninggalkan anaknya tanpa pengawasan.

Persidangan juri untuk kasus ini dimulai pada 11 April. Harcourt menuntut ganti rugi untuk biaya pengobatan, tekanan emosional, dan lain-lain. Namun, jumlahnya tidak disebutkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Percepat Pembangunan Pabrik Baterai, Tesla Tambah Investasi Rp 4,8 T

Percepat Pembangunan Pabrik Baterai, Tesla Tambah Investasi Rp 4,8 T

OTOTEKNO
Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

OTOTEKNO
Model S dan X Disuntik Mati, Tesla Kini Fokus ke AI

Model S dan X Disuntik Mati, Tesla Kini Fokus ke AI

OTOTEKNO
BYD hingga Tesla Bantah Bermasalah dengan Regulator China

BYD hingga Tesla Bantah Bermasalah dengan Regulator China

OTOTEKNO
Tesla Model Y Jadi Mobil Pertama Lolos Uji Sistem Baru AS

Tesla Model Y Jadi Mobil Pertama Lolos Uji Sistem Baru AS

OTOTEKNO
Tesla Buatan China Laku Keras, Penjualannya Naik hingga 36 Persen

Tesla Buatan China Laku Keras, Penjualannya Naik hingga 36 Persen

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon