Tiongkok Investasikan Rp 13,4 Triliun untuk Riset Baterai Solid-State
Jumat, 31 Mei 2024 | 09:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tiongkok sebagai pusat kekuatan kendaraan listrik dunia terus berupaya memperkuat posisinya dalam industri ini. Negara tersebut telah mengalokasikan dana sebesar RMB 6 miliar (US$ 830 juta) atau sekitar Rp 13,4 triliun untuk research and development (R&D) baterai solid-state, dengan tujuan mempercepat kemajuan teknologi kendaraan listrik.
Dilansir dari Arena EV, Jumat (31/5/2024), inisiatif yang didukung oleh pemerintah ini dipelopori oleh perusahaan-perusahaan utama Tiongkok, seperti CATL, BYD, FAW, SAIC, WeLion, dan Geely. Kolaborasi raksasa industri tersebut diimplementasikan dalam pengembangan teknologi baterai solid-state inovatif dengan berbagai pendekatan, seperti polimer dan sulfida.
Investasi besar ini mencerminkan pengakuan Tiongkok terhadap potensi besar baterai solid-state. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi, peningkatan keamanan, dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan baterai lithium-ion tradisional.
Dampak dari proyek ini diperkirakan akan lebih luas. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong investasi lebih lanjut dari berbagai perusahaan di seluruh rantai industri, berpotensi menciptakan pasar bernilai triliunan RMB. Lonjakan investasi ini dapat mempercepat transisi global menuju pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Produsen kendaraan listrik Tiongkok, Nio, telah mengadopsi teknologi ini dengan meluncurkan baterai semi-solid-state 150 kWh pada sedan ET7 mereka. Namun, biaya teknologi mutakhir ini masih menjadi tantangan besar. Co-Founder dan Presiden Nio Qin Lihong mengungkapkan, harga paket baterai akan sebanding dengan harga seluruh sedan ET5, model Nio yang paling terjangkau.
Produsen baterai besar saat ini terus mengeksplorasi teknologi baterai solid state, meskipun menghadapi tantangan biaya. Gotion baru-baru ini memperkenalkan baterai solid-state Gemstone yang memiliki kepadatan energi sebesar 350 Wh/kg. Perusahaan ini berencana memulai produksi dalam skala kecil pada 2027 dan produksi massal pada 2030.
CATL, pemain kunci lainnya dalam industri baterai, berencana memulai produksi dalam skala kecil pada 2027. Produsen baterai lain, Sunwoda, juga mengumumkan rencana untuk memulai produksi massal baterai solid-state pada 2026, menambah intensitas persaingan dalam komersialisasi teknologi inovatif ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




