ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Google Uji Coba Fitur Antimaling untuk Android, Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Rabu, 12 Juni 2024 | 11:36 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Google akan merilis fitur antimaling ponsel Android dalam waktu dekat. Uji coba masih dilakukan di Brasil.
Google akan merilis fitur antimaling ponsel Android dalam waktu dekat. Uji coba masih dilakukan di Brasil. (Firstpost)

Jakarta, Beritasatu.com - Google dilaporkan tengah melakukan uji coba fitur antimaling untuk Android. Fitur itu nantinya akan membuat pemilik ponsel Android tidak perlu khawatir jika perangkat kesayangan mereka dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dikutip The Verge, Rabu (12/6/2024), Google melakukan uji coba fitur itu di Brasil. Pemilihan negara itu bukan tanpa sebab. Brasil terpilih karena berdasarkan pengamatan Google merupakan wilayah yang paling banyak terjadi pencurian ponsel Android.

"Google memilih Brasil sebagai tempat uji coba awal berdasarkan umpan balik dari pengguna di negara tersebut, yang tampaknya menjadi pusat pencurian smartphone," sebut The Verge.

Fitur antimaling yang akan beroperasi di sistem pembaruan Andorid 15 bernama Theft Detection Lock. Fitur itu nantinya akan memaksimalkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mendeteksi adanya gerakan-gerakan tertentu yang menunjukan adanya percobaan pencurian.

ADVERTISEMENT

Selain mengandalkan gerakan, fitur ini juga dapat menggunakan tanda-tanda lain yang disinyalir berpotensi mencuri ponsel Android. Tanda-tanda itu seperti upaya penggunaan ponsel Android di jaringan yang berbeda atau berada di luar jaringan yang sering digunakan untuk waktu yang lama.

Fitur antimaling ini juga berfungsi melakukan perlindungan menyeluruh pada data yang ada di ponsel. Dalam fitur itu nantinya terdapat ruangan khusus yang disebut brankas yang akan sulit dibuka kecuali oleh pemilik ponsel.

“Brankas terkunci dengan kata sandi yang disebut ”ruang pribadi" yang menyimpan aplikasi dan data sensitif. Apabila terdeteksi pencurian maka fitur akan menahan akses jadi lebiih sulit dan memakan wa akan diporting ke versi yang lebih lama.

Saat ini uji coba memang masih terus dilakukan oleh Google. Hanya saja uji coba itu hanya bisa diikuti oleh pengguna Android yang tinggal di Brasil.

Setelah uji coba selesai, Google berencana mengedarkan fitur tersebut untuk pengguna global. Hanya saja hingga kini belum bisa dipastikan kapan uji coba tersebut dianggap selesai oleh Google.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ngeri! Google Ungkap AI Jadi Senjata Hacker Bobol Sistem Tersembunyi

Ngeri! Google Ungkap AI Jadi Senjata Hacker Bobol Sistem Tersembunyi

OTOTEKNO
Google Fitbit Air Meluncur, Fitness Tracker Tanpa Layar Pesaing Whoop

Google Fitbit Air Meluncur, Fitness Tracker Tanpa Layar Pesaing Whoop

OTOTEKNO
Pentagon Gandeng 7 Perusahaan AS Integrasikan AI ke Jaringan Rahasia

Pentagon Gandeng 7 Perusahaan AS Integrasikan AI ke Jaringan Rahasia

EKONOMI
Google Bawa Gemini AI ke Mobil, Interaksi Pengemudi Semakin Canggih

Google Bawa Gemini AI ke Mobil, Interaksi Pengemudi Semakin Canggih

OTOTEKNO
Harga YouTube Premium Naik hingga Mencapai Rp 273.000 Per Bulan

Harga YouTube Premium Naik hingga Mencapai Rp 273.000 Per Bulan

EKONOMI
Meta Patuh PP Tunas, Menkomdigi Tegur Google Soal YouTube

Meta Patuh PP Tunas, Menkomdigi Tegur Google Soal YouTube

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon