ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pentagon Gandeng 7 Perusahaan AS Integrasikan AI ke Jaringan Rahasia

Minggu, 3 Mei 2026 | 11:28 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Kantor Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon.
Kantor Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. (Irish Examiner/IST)

Jakarta, Beritasatu.com - Pentagon mengumumkan kerja sama strategis dengan tujuh perusahaan teknologi besar untuk mengintegrasikan artificial intelligence (AI) ke dalam jaringan rahasia militer.

Perusahaan yang terlibat dalam proyek ini, antara lain OpenAI, Google, Microsoft, Amazon Web Services, Nvidia, SpaceX, serta Reflection.

Melalui kesepakatan ini, teknologi AI dari perusahaan-perusahaan tersebut akan diterapkan pada jaringan dengan tingkat keamanan tinggi, yakni Impact Level 6 dan 7 di lingkungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Implementasi AI ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi analisis data, mempercepat pengambilan keputusan di medan operasi, serta memperkuat pemahaman situasional bagi prajurit.

Pentagon menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghindari ketergantungan pada satu vendor teknologi.

“Bersama-sama, Departemen Perang dan para mitra strategis ini memiliki keyakinan bahwa kepemimpinan Amerika dalam AI sangat penting bagi keamanan nasional,” ucap Pentagon dalam keterangan resmi dikutip Minggu (5/4/2026).

Pentagon mengaku akan akan terus melengkapi para prajurit AS dengan AI canggih untuk menghadapi ancaman baru yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa depan dan untuk memperkuat gudang senjata.

Seluruh teknologi ini akan diakses melalui platform GenAI.mil, yang menjadi pusat pengembangan dan distribusi AI Pentagon. Sebelumnya, Google telah meluncurkan model Gemini 3.1 Pro di platform tersebut untuk mendukung berbagai kebutuhan pertahanan.

Langkah ini juga muncul setelah ketegangan antara Pentagon dan perusahaan AI lain, Anthropic, yang menolak penggunaan teknologinya untuk sistem senjata otonom dan pengawasan domestik.

Pemerintah AS kemudian memasukkan perusahaan tersebut ke dalam kategori risiko rantai pasokan, meski kebijakan itu masih menghadapi tantangan hukum.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pentagon Diisukan Ajukan Anggaran Jumbo Rp 1,4 Kuadraliun Terkait Iran

Pentagon Diisukan Ajukan Anggaran Jumbo Rp 1,4 Kuadraliun Terkait Iran

INTERNASIONAL
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Pentagon Masukkan BYD ke Daftar Hitam, Ini Respons Resminya

Pentagon Masukkan BYD ke Daftar Hitam, Ini Respons Resminya

OTOTEKNO
AS Ragu-ragu Jual Rudal Tomahawk ke Jerman, Trump Takut dengan Rusia?

AS Ragu-ragu Jual Rudal Tomahawk ke Jerman, Trump Takut dengan Rusia?

INTERNASIONAL
China Bangun 80 Dek Nuklir Raksasa di Gurun Xinjiang, Bikin AS Cemas?

China Bangun 80 Dek Nuklir Raksasa di Gurun Xinjiang, Bikin AS Cemas?

INTERNASIONAL
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman Seusai Dikritik Kanselir Friedrich

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman Seusai Dikritik Kanselir Friedrich

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon