ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengungkap Penyebab Rendahnya Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2024 | 22:24 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Penjualan motor listrik di Indonesia belum memenuhi target yang diharapkan pemerintah.
Penjualan motor listrik di Indonesia belum memenuhi target yang diharapkan pemerintah. (AISI-Google/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan sepeda motor baru di Indonesia mencapai sekitar 6 juta unit per tahun, menjadikannya pasar ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. Ini menunjukkan bahwa sepeda motor adalah moda transportasi utama bagi masyarakat Indonesia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sepeda motor listrik mulai memasuki pasar dengan beberapa keunggulan, seperti efisiensi biaya dan dukungan pemerintah. Sayangnya, penjualan sepeda motor listrik belum memenuhi target yang diharapkan oleh pemerintah.

Meskipun tren penjualan meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 2022 ke 2023, penetrasinya masih rendah, hanya sekitar 1% dari total penjualan sepeda motor baru. Sebagai perbandingan, penjualan mobil listrik sudah mencapai lebih dari 2% dari total penjualan mobil.

ADVERTISEMENT
Pekerja merapikan barisan motor listrik yang dijual di salah satu toko motor listrik di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis, 31 Agustus 2023. - (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)
Pekerja merapikan barisan motor listrik yang dijual di salah satu toko motor listrik di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis, 31 Agustus 2023. - (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Banyak pengamat pasar mengindikasikan bahwa penjualan sepeda motor listrik seharusnya lebih tinggi dibandingkan mobil listrik. Namun, kenyataannya, sepeda motor listrik saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia terkait kinerja, daya tahan, dan keandalan.

“Melihat perkembangan motor listrik saat ini, kayaknya belum ada produk yang bener-bener bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Kebanyakan masyarakat tahunya motor listrik itu enggak bisa dipakai jauh, tarikan gasnya kurang optimal, atau bingung nge-charge-nya di mana. ” ungkap Raditya Wibowo, CEO sebuah perusahaan sepeda motor listrik di Indonesia melalui keterangan resmi, Rabu (16/10/2024). 

Menurutnya, tingkat adopsi kendaraan listrik yang rendah di Indonesia juga disebabkan oleh kurangnya infrastruktur seperti jaringan charging station dan layanan purna jual. Hasil riset pasar menunjukkan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar kendaraan listrik dapat diterima lebih luas oleh masyarakat.

“Hal-hal dasar ini yang membuat tingkat adopsi motor listrik rendah,” jelas Raditya Wibowo. 

Untuk meningkatkan penetrasi sepeda motor listrik, penting bagi produsen untuk memahami kekhawatiran calon pembeli dan memberikan solusi serta informasi yang meyakinkan. Sepeda motor listrik yang memiliki kinerja dan ketangguhan setara dengan sepeda motor berbahan bakar bensin diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang mendambakan kendaraan yang andal dan praktis untuk mobilitas sehari-hari.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masih Pelajari Pasar, Yamaha Tahan Diri Jual Motor Listrik di RI

Masih Pelajari Pasar, Yamaha Tahan Diri Jual Motor Listrik di RI

OTOTEKNO
Viral Emak-emak Bopong Motor Listrik, Ini Faktanya

Viral Emak-emak Bopong Motor Listrik, Ini Faktanya

SULAWESI SELATAN
Pemotor Viral Angkut Motor Listrik, Polisi Siapkan Sanksi

Pemotor Viral Angkut Motor Listrik, Polisi Siapkan Sanksi

SULAWESI SELATAN
Siap-siap! Juni 2026 Pemerintah Guyur Insentif 200.000 Unit EV

Siap-siap! Juni 2026 Pemerintah Guyur Insentif 200.000 Unit EV

MULTIMEDIA
Purbaya Siapkan Insentif Pajak untuk 200.000 Kendaraan Listrik

Purbaya Siapkan Insentif Pajak untuk 200.000 Kendaraan Listrik

EKONOMI
Diuji Bandung-Bogor, Motor Listrik Yadea Tembus 150 Km Sekali Cas

Diuji Bandung-Bogor, Motor Listrik Yadea Tembus 150 Km Sekali Cas

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon