BYD Kuasai Pasar Mobil Listrik Dunia Geser Dominasi Tesla
Sabtu, 14 Juni 2025 | 11:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Persaingan antarprodusen mobil listrik global memasuki babak baru pada 2025, dengan pergeseran signifikan dalam posisi pemimpin pasar. Para pemain utama tak lagi hanya bertumpu pada volume penjualan semata, melainkan juga strategi penetrasi pasar, diversifikasi teknologi, dan respons terhadap kebijakan di masing-masing negara.
Melansir The EV Report pada Sabtu (14/6/2025), pada kuartal I 2025, BYD Auto asal Tiongkok menegaskan dominasinya sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) nomor satu di dunia.
Perusahaan ini mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi BYD di tengah gempuran kompetitor global.
Tesla, yang selama bertahun-tahun menjadi ikon mobil listrik dunia, harus rela turun ke posisi kedua. Penurunan penjualan sebesar 13% pada kuartal I tahun ini menjadi sinyal tantangan yang dihadapi produsen asal Amerika Serikat tersebut.
Meski tetap memiliki basis konsumen loyal dan teknologi canggih seperti fitur full self driving (FSD), tekanan dari kompetitor, seperti BYD dan Geely mulai terasa nyata.
Analis menyebut penurunan Tesla tak lepas dari meningkatnya persaingan harga dan keterlambatan dalam menghadirkan model baru di segmen kendaraan murah. Ketidakpastian insentif pajak di AS juga turut menekan permintaan domestik.
Pemain lain yang mencuri perhatian adalah Geely Holdings, yang berhasil meroket ke posisi ketiga produsen BEV global. Dengan peningkatan penjualan mencapai 105% secara tahunan, Geely menunjukkan kapabilitasnya dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan agresif.
Geely tidak hanya mengandalkan kekuatan merek sendiri, tetapi juga ekosistem teknologi dan anak perusahaan seperti Zeekr dan Polestar yang menyasar pasar premium dan ekspor global. Model-model baru yang menyasar pasar Eropa dan Asia Tenggara terbukti menarik minat konsumen, terutama dari kalangan urban muda.
Pada sisi lain, Volkswagen Group memperlihatkan kebangkitan sebagai kekuatan utama kendaraan listrik di benua Eropa. Pada kuartal pertama 2025, grup otomotif asal Jerman ini kembali menjadi pemimpin pasar BEV di kawasan tersebut, setelah sempat tertinggal di tengah ketatnya kompetisi.
VW memanfaatkan momentum regulasi emisi ketat Uni Eropa serta insentif pajak untuk armada perusahaan guna meningkatkan penetrasi produknya. Portofolio produk yang semakin beragam, mulai dari VW ID-series, Audi e-tron, hingga Škoda Enyaq menjadi keunggulan tersendiri bagi konsumen Eropa yang mengutamakan kualitas, kenyamanan, dan efisiensi.
Perubahan peta persaingan ini mencerminkan dinamika industri otomotif yang sangat cepat berubah. Keberhasilan produsen tak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kelincahan dalam menjawab regulasi, adopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), dan membangun jaringan rantai pasok yang efisien.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




