ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Viral BYD Sealion 7 Baru 10 Hari Dibeli Sudah 3 Kali Masuk Bengkel

Rabu, 13 Mei 2026 | 06:00 WIB
B
WT
Penulis: BeritaSatu | Editor: WS
Seorang konsumen di Surabaya menuntut ganti unit setelah mobil listrik baru BYD Sealion 7 miliknya mengalami malfungsi berulang kali dalam waktu 10 hari.
Seorang konsumen di Surabaya menuntut ganti unit setelah mobil listrik baru BYD Sealion 7 miliknya mengalami malfungsi berulang kali dalam waktu 10 hari. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Keinginan untuk menikmati kenyamanan mobil listrik terbaru justru berujung pada kekecewaan mendalam bagi seorang konsumen di Surabaya, Jawa Barat. Sebuah unggahan dari akun Threads @feeeelingooood yang dikutip Beritasatu.com, Rabu (13/5/2026) mendadak viral setelah menceritakan pengalaman pahitnya memboyong BYD Sealion 7 yang baru berusia hitungan hari, namun harus berkali-kali "menginap" di bengkel resmi.

Dalam unggahan yang menyertakan kronologi lengkap tersebut, pemilik mengisahkan bahwa unit BYD Sealion 7 tersebut dibeli pada 28 April 2026 di dealer BYD Surabaya Kenjeran. Harapan akan kendaraan yang andal seketika sirna saat mobil baru tersebut mulai menunjukkan gejala malfungsi hanya tiga hari setelah serah terima.

Masalah pertama muncul pada 1 Mei 2026, di mana pintu bagasi tiba-tiba macet dan tidak dapat dibuka. Setelah dilakukan pembaruan perangkat lunak (software update) oleh pihak dealer, masalah bukannya selesai malah merembet ke sektor kenyamanan.

"Setelah update software, malah muncul masalah baru,  AC jadi tidak dingin sama sekali," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

ADVERTISEMENT

Proses perbaikan AC ini pun tergolong pelik. Mekanik dealer dikabarkan harus melakukan reset sistem menggunakan kode khusus yang diminta langsung dari pabrik pusat di Tiongkok pada 2 Mei 2026. Meski sempat berfungsi normal selama beberapa hari, pada 7 Mei 2026, sistem pendingin kabin kembali mati total, meninggalkan pemilik dalam kabin yang panas di tengah cuaca Surabaya.

Kekecewaan pemilik semakin memuncak ketika proses klaim dan komunikasi dengan pihak dealer dianggap berbelit-belit. Hingga tanggal 11 Mei 2026, pihak dealer dilaporkan mengaku bingung karena tidak menemukan kerusakan sistematis, namun secara paradoks memutuskan untuk mengganti seluruh unit kompresor AC.

“Saya pribadi bingung, kalau akar masalahnya saja tidak diketahui, dasar penggantian kompresornya apa? Bagaimana kalau nanti kejadian lagi?” tanya pemilik akun tersebut. 

Kondisi mobil baru yang sudah tiga kali masuk bengkel dalam waktu 10 hari ini dinilai sangat tidak wajar. Pemilik secara tegas menyatakan keraguannya terhadap kualitas unit yang diterimanya dan menuntut solusi yang lebih permanen daripada sekadar perbaikan sementara.

"Saya jujur ingin meminta penggantian unit karena menurut saya kondisi ini sudah sangat tidak wajar untuk kendaraan baru. Saya hanya ingin mendapatkan kendaraan yang layak dipakai dan sesuai kualitas yang dijanjikan," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus mendapat perhatian luas dari netizen, terutama mereka yang sedang memantau perkembangan teknologi dan layanan purna jual kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan unggahan tersebut langsung tersebar lintas platform media sosial. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon