Tesla Terjun Bebas di Peringkat Merek Dunia, BYD Justru Naik Daun
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai merek Tesla anjlok drastis dalam setahun terakhir. Berdasarkan laporan tahunan Interbrand Best Global Brands 2025, nilai merek Tesla turun hingga 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini membuat posisi Tesla melorot dari peringkat ke-12 pada 2024 menjadi ke-25, dengan nilai merek yang kini diperkirakan mencapai US$ 29,5 miliar atau sekitar Rp 456 triliun.
Daftar Interbrand sendiri sudah berjalan lebih dari 25 tahun dan menilai merek paling berharga di dunia berdasarkan kombinasi berbagai faktor, termasuk pendapatan, kehadiran pasar, profitabilitas, citra publik, dan kekuatan merek di berbagai sektor industri.
Turunnya nilai Tesla disebut berkaitan dengan merosotnya penjualan di sejumlah pasar besar seperti Eropa, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Australia. Beberapa analis menilai keterlibatan CEO Elon Musk dalam berbagai isu politik global turut memengaruhi persepsi publik terhadap merek tersebut.
“Selain itu, jeda produksi akibat peralihan antarmodel mobil juga disebut menjadi faktor yang memperburuk kinerja Tesla di pasar internasional,” tulis Car Expert, Sabtu (18/10/2025).
Meski mengalami penurunan tajam, Tesla masih mempertahankan posisinya sebagai merek otomotif keempat paling berharga di dunia. Di atasnya, Toyota menempati posisi tertinggi di sektor otomotif dengan berada di peringkat ke-6 secara keseluruhan, mencatat nilai merek sebesar US$7 4,2 miliar (Rp 1.147 triliun), naik 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mercedes-Benz berada di peringkat ke-10 (turun dari posisi ke-8 tahun lalu) dengan nilai merek US$5 0,1 miliar (Rp 742 triliun), diikuti BMW di peringkat ke-14. Setelah ketiganya, Tesla melengkapi empat besar merek otomotif paling berharga di dunia.
Sementara itu, kabar menggembirakan datang dari BYD, rival utama Tesla asal Tiongkok. Untuk pertama kalinya, BYD berhasil menembus daftar 100 besar merek dunia, menempati peringkat ke-90, tepat satu tingkat di bawah Kia.
“BYD adalah disruptor terbesar di industri otomotif sejak kemunculan Tesla,” ujar Manfredi Ricca, Chief Strategy Officer Global Interbrand.
Ia menambahkan, BYD telah mencatat kemajuan besar di pasar Eropa dalam upaya memperluas basis di luar Asia, namun tetap harus berhati-hati menjaga pertumbuhan jangka panjang dengan memperkuat narasi merek.
Kesuksesan BYD juga terjadi di pasar Australia, di mana merek tersebut menjadi produsen asal Tiongkok pertama yang menembus lima besar penjualan pada Juni 2025. Namun, pesaingnya, GWM Haval, menilai pertumbuhan itu mungkin tidak akan bertahan lama.
Selain BYD, produsen asal Tiongkok lainnya seperti Xiaomi juga berhasil masuk dalam daftar 100 besar, menempati peringkat ke-81, tepat di bawah Facebook. Di sisi lain, Nvidia mencetak sejarah baru dengan lonjakan nilai merek terbesar, naik 116 persen menjadi US$ 43,2 miliar (R p668 triliun) dan kini berada di posisi ke-15.
Daftar tahun ini menempatkan Apple di posisi teratas sebagai merek paling berharga di dunia dengan nilai US$470,9 miliar (Rp 7.281 triliun), disusul oleh Microsoft, Amazon, Google, dan Samsung. Dengan hasil ini, Tesla menghadapi tantangan besar untuk memulihkan citranya di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik, sementara BYD terus naik daun sebagai ancaman baru di pasar global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




