ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Internet Cepat 5G Digenjot, Lelang Frekuensi 2,6 GHz Segera Dimulai

Senin, 3 November 2025 | 09:22 WIB
TE
TE
Penulis: Tachta Citra Elfira | Editor: TCE
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (Kemenkomdigi/Kemenkomdigi)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan lelang pita frekuensi 2,6 GHz akan dilakukan pada akhir 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat koneksi 5G di Indonesia dan mempercepat transformasi digital nasional.

“Mudah-mudahan untuk kejar akhir tahun ini, kita juga akan melakukan lelang dari 2,6 GHz untuk pembangunan 5G,” kata Meutya di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Antara, Senin (3/11/2025).

Meutya menjelaskan, meski proses lelang frekuensi 2,6 GHz dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini, hasilnya ditargetkan rampung pada tahun depan.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, pembangunan jaringan 5G melalui pita frekuensi tersebut dapat segera dimulai dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau lancar, (lelang frekuensi 2,6 GHz) tahun depan selesai dan pembangunannya juga sudah mulai dirasakan tahun depan,” ujar Meutya.

Pita frekuensi radio 2,6 GHz merupakan salah satu pita mid-band yang memiliki keunggulan kapasitas tinggi, dengan bandwidth yang tersedia mencapai 190 MHz.

Pita ini menggunakan moda time division duplex (TDD) dan memiliki ekosistem perangkat 4G dan 5G terbanyak kedua secara global.

Dengan karakteristik tersebut, frekuensi 2,6 GHz dinilai sangat ideal untuk memperluas cakupan dan meningkatkan kecepatan jaringan 5G di Indonesia.

Kemenkomdigi menilai penambahan pita frekuensi radio untuk layanan mobile broadband sangat dibutuhkan untuk memberikan pengalaman internet yang lebih baik bagi masyarakat.

Selain memperkuat koneksi 5G, kehadiran pita frekuensi baru ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas layanan data di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Sebelum membuka lelang pita frekuensi 2,6 GHz, Kemenkomdigi baru saja menyelesaikan proses lelang frekuensi 1,4 GHz.

Frekuensi tersebut diperuntukkan bagi layanan jaringan akses nirkabel pita lebar (fixed broadband) yang dapat memperluas akses internet rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

Meutya berharap langkah ini mampu mendorong pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

“Jadi tahun kedua dari (pemerintahan) Presiden Prabowo percepatan-percepatan itu akan dilakukan karena memang administrasi, paperwork, dan persiapan di tahun pertama itu sudah dilakukan dengan baik,” kata Meutya.

Selain itu, Kemenkomdigi sebelumnya juga telah melakukan konsultasi publik atas Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi Radio 2,6 GHz.

Aturan ini disiapkan sebagai dasar hukum agar penggunaan frekuensi tersebut dapat berjalan transparan, efisien, dan memberikan manfaat optimal bagi industri telekomunikasi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Meutya juga menyoroti konsolidasi industri telekomunikasi yang terjadi dalam satu tahun terakhir.

Menurutnya, langkah merger antara beberapa operator menjadi tiga pemain utama di Indonesia telah menyehatkan iklim industri sekaligus memperkuat kemampuan investasi mereka dalam membangun infrastruktur digital.

“Dahulu kita punya empat operator keseluruhan, sekarang tinggal tiga, jadi ada konsolidasi industri yang terjadi dalam satu tahun terakhir,” ucap Meutya.

Ia berharap, konsolidasi tersebut dapat mendorong partisipasi aktif sektor swasta dalam mempercepat pemerataan jaringan digital di seluruh pelosok Tanah Air.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pelaku industri, target peningkatan kualitas internet nasional dapat tercapai.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada kecepatan internet Indonesia yang masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, melalui penyiapan pita frekuensi 2,6 GHz, Kemenkomdigi menargetkan peningkatan kualitas jaringan mobile broadband hingga mencapai kecepatan 100 Mbps pada 2029.

Dengan strategi lelang spektrum yang terencana dan dukungan industri yang kuat, pemerintah optimistis percepatan transformasi digital Indonesia dapat berjalan lebih cepat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon