Era Tambang Bulan Dimulai? NASA Uji Rover FLEX Pemburu Helium-3
Selasa, 10 Maret 2026 | 10:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, seharusnya sudah mengumumkan pemenang tender Lunar Terrain Vehicle (LTV) untuk program Artemis pada akhir tahun lalu. Kendaraan itu dirancang sebagai rover generasi terbaru yang mampu mengangkut astronot di permukaan Bulan. Meski pengumuman tersebut tertunda, perusahaan-perusahaan yang terlibat tidak tinggal diam dan terus mematangkan teknologi kendaraan luar angkasa mereka.
Salah satu kandidat kuat dalam persaingan ini adalah Venturi Astrolab dengan kendaraan andalannya yang bernama FLEX (Flexible Logistics and Exploration). Dikembangkan bersama Axiom Space dan Odyssey Space Research, FLEX tampil beda karena prototipe skala penuhnya sudah diuji sejak Maret 2022.
“Kendaraan roda empat ini ditenagai oleh baterai khusus dan roda yang dapat berubah bentuk untuk menaklukkan medan Bulan yang ekstrem,” tulis Autoevolution, Selasa (10/3/2026).
Secara teknis, FLEX dirancang untuk melaju dengan kecepatan 20 km/jam dan mampu membawa dua astronot berbaju ruang angkasa lengkap beserta muatan minimal 500 kilogram. Sambil menunggu kepastian dari NASA terkait program Artemis, Astrolab kini mengarahkan fungsi FLEX ke peran yang lebih berat, yaitu sektor pertambangan luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan rintisan Interlune untuk mengekstraksi sumber daya berharga dari Bulan.
Interlune, perusahaan yang berbasis di Seattle, memiliki ambisi besar untuk menjadi grup Amerika pertama yang menjual sumber daya dari luar angkasa. Target utama mereka adalah Helium-3, sebuah isotop langka yang sangat dibutuhkan untuk sistem deteksi senjata, pencitraan medis, hingga energi fusi bersih.
“Di Bumi, Helium-3 sangat sulit ditemukan karena terlindungi oleh atmosfer dan medan magnet, namun di Bulan, zat ini melimpah di lapisan tanahnya,” jelas Autoevolution.
Untuk mengambil sumber daya tersebut, Interlune mengembangkan ekskavator luar angkasa pertama di dunia. Alat ini dirancang dengan teknologi tambang konvensional namun dimodifikasi agar mampu memproses hingga 100 metrik ton tanah Bulan setiap jamnya. Dalam satu gerakan berkelanjutan, alat tersebut akan menyaring dan mengekstraksi Helium-3 secara efisien dari tanah atau regolit Bulan yang luas.
Saat ini, kerja sama antara Astrolab dan Interlune tengah memasuki tahap percepatan uji coba di Houston, Texas. Rover FLEX akan dimodifikasi khusus untuk mengangkut teknologi penggalian milik Interlune. Meskipun rincian program uji cobanya belum diumumkan secara detail, misi ini diprediksi akan menguji bagaimana armada robot penjelajah dapat dikoordinasikan untuk operasi pertambangan skala besar di masa depan.
Persiapan menuju peluncuran nyata pun sudah terjadwal. Pada Juli 2026, varian rover FLEX yang dilengkapi kamera multispektral dijadwalkan terbang ke Bulan dalam misi Astrobotic Griffin-1. Kamera canggih ini bertugas memetakan konsentrasi Helium-3 di permukaan Bulan, sehingga para peneliti tahu persis di mana titik terbaik untuk mulai menggali dan mendirikan markas tambang pertama.
Jika rencana ini berjalan mulus, kita akan segera menyaksikan dimulainya era pertambangan di dunia asing untuk pertama kalinya. Pelanggan bahkan sudah mulai mengantre, termasuk Departemen Energi AS yang telah memesan tiga liter Helium-3 dari Bulan. Ke depannya, teknologi ini tidak hanya untuk tambang, tetapi juga bisa digunakan membangun fondasi pangkalan Artemis di kutub selatan Bulan sebagai batu loncatan manusia menuju Planet Mars.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




