ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PSSI Susun Rencana Lawan Diskriminasi Seusai Kena Sanksi FIFA

Senin, 12 Mei 2025 | 20:19 WIB
BB
SL
Penulis: Basudiwa Supraja Sangga B | Editor: LES
Fakta-fakta menarik pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain.
Fakta-fakta menarik pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah serius dalam memerangi diskriminasi di Tanah Air, menyusul sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap Indonesia.

Sanksi ini diberikan akibat tindakan diskriminatif oleh oknum suporter saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25 Maret 2025.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI  Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun rencana strategis untuk melawan segala bentuk diskriminasi dalam dunia sepak bola nasional. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku tindakan diskriminatif.

ADVERTISEMENT

"Kami sedang menyusun rencana untuk memerangi diskriminasi," kata Arya melalui pesan daring kepada Beritasatu.com, Senin (12/5/2025).

Sebagaimana diketahui, FIFA mencatat adanya tindakan xenofobia dari suporter Indonesia di tribun utara dan selatan, yang terdengar meneriakkan slogan diskriminatif pada menit ke-80 di sektor 19. Tindakan tersebut dinilai melanggar kode etik FIFA dan mencoreng citra sepak bola nasional.

Akibat pelanggaran ini, PSSI dijatuhi denda sebesar Rp 400 juta. Lebih dari sekadar sanksi finansial, insiden ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan sikap dan perilaku di stadion.

Sanksi FIFA ini juga berdampak langsung pada pertandingan Timnas Indonesia berikutnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat menjamu China pada 5 Juni 2025 di Stadion GBK, skuad Garuda akan kehilangan dukungan dari sebagian besar suporter di tribun utara dan selatan karena pengurangan kapasitas penonton sebagai bagian dari sanksi.

Namun, FIFA memberikan opsi agar kursi di sektor yang terkena sanksi dapat diisi kembali, asalkan oleh kelompok atau komunitas yang berkomitmen pada nilai-nilai anti-diskriminasi. Komunitas tersebut dapat berupa pelajar, perempuan, keluarga, atau kelompok khusus lainnya. Mereka juga diwajibkan membawa spanduk bertema anti-diskriminasi sebagai bentuk kampanye positif.

Langkah ini diharapkan PSSI dapat menjadi titik balik dalam menciptakan atmosfer stadion yang lebih inklusif, ramah, dan bebas dari ujaran kebencian serta diskriminasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

SPORT
Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

SPORT
Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

SPORT
PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

SPORT
Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

SPORT
Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon