Tanpa Dana dan Sponsor, Sriwijaya FC Bertolak ke Tegal Naik Bus
Jumat, 9 Januari 2026 | 21:06 WIB
Palembang, Beritasatu.com — Sriwijaya FC tetap melanjutkan kiprahnya di Pegadaian Championship 2025/26 meski tengah dilanda krisis keuangan. Tanpa dukungan dana dan sponsor, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu berangkat ke Tegal menggunakan bus untuk melakoni laga ke-15 menghadapi Persekat Tegal di Stadion Trisanja, Sabtu (10/1/2026).
Informasi keberangkatan tim diketahui dari unggahan pendukung di media sosial. Akun catatan.sriwijayafc menyebutkan rombongan Sriwijaya FC bertolak dari Palembang menuju Tegal pada Rabu (7/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB dengan menggunakan transportasi darat.
“Malam ini Sriwijaya FC berangkat menuju Tegal menggunakan bus. Tetap semangat kebanggaan,” tulis akun tersebut.
Unggahan senada juga dibagikan akun sriwijayafcnewss yang menampilkan poster pertandingan berikutnya disertai narasi penuh keprihatinan. Dalam unggahannya, disebutkan, laga tandang kali ini dijalani dengan segala keterbatasan yang dimiliki tim.
“Laga selanjutnya Sriwijaya FC bertandang ke Tegal dengan segala keterbatasan. Apa pun hasilnya, kami tetap respek,” tulis akun tersebut.
Pelatih kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, belum banyak memberikan penjelasan terkait kondisi tim. Ia hanya memastikan bahwa pertandingan tetap akan dijalani meski situasi klub tidak ideal.
“Insyaallah masih main,” ujar Budi Sudarsono singkat saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026). Ia juga menyebut telah lebih dahulu berangkat ke Jakarta beberapa hari sebelumnya.
Sorotan utama saat ini tertuju pada kondisi finansial klub. Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengungkapkan, pemegang saham mayoritas Sriwijaya FC, Alexander Rusli melalui PT Digi Sport Asia, telah menghentikan seluruh dukungan pendanaan sejak 31 Desember 2025.
“Per 31 Desember sudah tidak ada pendanaan dari Pak Alex atau Digi. Saat ini kami patungan menggunakan uang pribadi,” kata Anggoro.
Situasi tersebut membuat operasional Sriwijaya FC berjalan dalam keterbatasan ekstrem. Klub kebanggaan Sumatera Selatan yang pernah berjaya di kancah sepak bola nasional itu kini menghadapi salah satu periode tersulit dalam sejarahnya.
Tanpa sokongan dana dan sponsor, serta dengan aktivitas tim yang jauh dari kondisi ideal, kelangsungan Sriwijaya FC di musim ini sepenuhnya bergantung pada komitmen manajemen dan semangat para pemain untuk tetap bertanding hingga kompetisi berakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




