Kalahkan Garuda Jaya, Lavani Kokoh di Puncak Klasemen Proliga 2026
Minggu, 8 Februari 2026 | 18:18 WIB
Malang, Beritasatu.com — Jakarta Lavani Livin Transmedia kembali memperlihatkan dominasinya dalam lanjutan kompetisi Proliga 2026 setelah menundukkan Jakarta Garuda Jaya lewat kemenangan tiga set langsung di GOR Ken Arok, Minggu (8/2/2026). Tim asuhan David Lee menang meyakinkan dengan skor 3-0 (25-15, 25-23, dan 25-19).
Hasil tersebut menjadi kemenangan ketujuh Lavani sepanjang putaran reguler musim Proliga 2026 sekaligus menjaga posisi mereka tetap kuat dalam persaingan papan atas klasemen kompetisi voli profesional nasional tersebut.
Sejak awal pertandingan, Lavani langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi permainan Hendra Kurniawan, Dio Zulfikri, Sigit Ardian, M Malizi, Deho, serta pemain asing Taylor Sander membuat tempo permainan cepat dan sulit diimbangi Garuda Jaya. Tim lawan yang mengandalkan Dawuda dan Timofei Sokolov terlihat belum mampu mengimbangi variasi serangan yang dibangun Lavani sehingga set pertama berakhir dengan skor mencolok 25-15.
Memasuki set kedua, meski Garuda Jaya beberapa kali mencetak poin lewat serangan Dawuda dan Sokolov, pengalaman pemain Lavani menjadi pembeda di momen krusial hingga set kedua akhirnya diamankan dengan skor tipis 25-23.
Pada set ketiga, Lavani melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Jasen Kilanta sebagai setter menggantikan Dio Zulfikri. Permainan tetap berada dalam kendali mereka meski Garuda Jaya sempat menekan lewat serangan Sokolov yang memperkecil ketertinggalan.
Namun, kualitas serangan Taylor Sander dan Sigit Ardian kembali menjadi kunci. Poin demi poin berhasil dikumpulkan hingga jarak skor melebar menjadi 20-15. Meski beberapa rotasi pemain dilakukan di akhir pertandingan, Lavani tetap dominan dan memastikan kemenangan set ketiga 25-19 sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan telak.
Pelatih Lavani, David Lee, menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kedewasaan timnya dalam menghadapi tekanan pertandingan. “Kami menjaga fokus di setiap poin penting. Pemain tetap disiplin menjalankan strategi sehingga bisa mengontrol pertandingan sampai akhir,” ujarnya.
Pertandingan ini sekaligus menunjukkan perbedaan pengalaman antara kedua tim. Garuda Jaya sebenarnya mampu memberi perlawanan, terutama pada set kedua, tetapi kurangnya pengalaman di momen penentuan membuat peluang tersebut gagal dimaksimalkan. Sebaliknya, Lavani tampil konsisten dengan transisi bertahan dan menyerang yang berjalan efektif sepanjang laga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




