Jika Batal ke Piala Dunia, Diaspora Iran di Los Angeles Bersiap Kecewa
Senin, 2 Maret 2026 | 16:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Timnas Iran memastikan tiket ke Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun setelah finis sebagai juara Grup A pada babak kualifikasi zona Asia. Hasil tersebut menegaskan Iran sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia.
Dalam undian fase grup, Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan menghadapi Belgia serta Selandia Baru di Los Angeles. Laga terakhir fase grup akan dimainkan melawan Mesir di Seattle.
Iran sebelumnya direncanakan bermarkas di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, selama turnamen berlangsung. Namun, rencana tersebut kini berada dalam ketidakpastian.
Timnas Iran kini berpeluang mundur dari ajang Piala Dunia, setelah negara mereka diserang Israel dan Amerika Serikat, sejak Sabtu (28/2/2026). Tak lama setelah serangan itu, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan keraguan besar terkait partisipasi timnas Iran di Piala Dunia musim panas mendatang.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa memikirkan Piala Dunia,” ujar Taj kepada jaringan televisi Iran, seperti dilansir dari Marca, Minggu (1/3/2026).
Kondisi tersebut membuat setiap penampilan tim nasional Iran di panggung internasional memiliki dimensi yang lebih kompleks, termasuk saat dijadwalkan tampil di Los Angeles.
Laga Iran di Los Angeles dinilai memiliki makna khusus. California Selatan merupakan rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di luar Iran. Kawasan seperti Westwood, Beverly Hills, Encino, dan Tarzana dikenal dengan komunitas Iran yang kuat.
Julukan “Tehrangeles” bukan sekadar istilah pemasaran, melainkan cerminan realitas demografis. Toko buku Persia, restoran khas Iran, hingga siaran radio berbahasa Farsi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Yahoo Sports, perkiraan jumlah warga keturunan Iran di Greater Los Angeles berkisar antara 130.000 hingga 220.000 orang. Namun, komunitas ini tidak homogen karena diisi kalangan Yahudi, Armenia, Azerbaijan, profesional sekuler, monarkis, reformis, hingga keluarga yang meninggalkan Iran setelah Revolusi 1979.
Karena itu, pandangan terhadap tim nasional Iran pun beragam. Bagi banyak warga Iran-Amerika, Iran adalah tentang memori dan warisan budaya, bukan semata pemerintahan yang berkuasa.
Penampilan tim nasional di Los Angeles tidak otomatis dimaknai sebagai dukungan politik terhadap rezim. Seorang warga Iran-Amerika generasi kedua mengungkapkan perasaannya. “Jika mereka mencetak gol, saya bersorak. Saya bukan bersorak untuk rezim. Saya bersorak untuk asal-usul keluarga saya,” ucapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan perasaan yang kompleks perpaduan antara kebanggaan identitas dan kekecewaan terhadap situasi politik di tanah kelahiran.
Jika Iran benar-benar tampil di SoFi Stadium, momen itu dipastikan sarat makna dan emosi. Namun, jika batal hadir, ketidakhadiran tersebut juga akan meninggalkan pesan yang sama kuatnya bagi diaspora Iran di Los Angeles.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




