ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Barcelona Ngamuk! Resmi Laporkan Wasit ke UEFA Seusai Kalah

Jumat, 10 April 2026 | 05:42 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Momen bek Atletico Madrid, Marc Pubill, menyentuh bola sebelum melakukan tendangan gawang pada laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Barcelona.
Momen bek Atletico Madrid, Marc Pubill, menyentuh bola sebelum melakukan tendangan gawang pada laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Barcelona. (Beritasatu.com/Istimewa)

Barcelona, Beritasatu.com – Barcelona melayangkan protes resmi kepada UEFA setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4/2026). Protes ini dipicu keputusan kontroversial wasit yang dinilai merugikan tim tuan rumah.

Insiden terjadi pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-54. Barcelona menuntut penalti setelah kiper Atletico Madrid, Juan Musso melakukan tendangan gawang ke Marc Pubill. Pemain bek itu menyentuh bola (handball) dengan tangan tanpa sadar kalau sudah dalam permainan dan mengirim bola kembali ke kiper.

Namun, wasit Istvan Kovacs tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Tim VAR juga tidak meminta wasit meninjau ulang melalui monitor, sehingga memicu protes keras dari kubu Barcelona.

ADVERTISEMENT

"Barcelona menginformasikan bahwa layanan hukum klub telah mengajukan pengaduan kepada UEFA hari ini terkait peristiwa di leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid," demikian pernyataan resmi klub.

"Keluhan tersebut berpusat pada tindakan spesifik. Pada menit ke-54 pertandingan, setelah permainan dimulai kembali dengan benar, seorang pemain lawan mengambil bola di area mereka tanpa diberi tahu penalti yang sesuai," lanjut pernyataan tersebut.

Barcelona menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan besar, terutama karena tidak adanya intervensi serius dari VAR. Klub juga meminta UEFA membuka penyelidikan dan memberikan akses terhadap komunikasi perangkat pertandingan.

"Barcelona memahami bahwa keputusan ini, bersama dengan kurangnya intervensi serius dari VAR, merupakan kesalahan besar. Oleh karena itu, klub telah meminta agar penyelidikan dibuka, akses ke komunikasi wasit, dan jika perlu, pengakuan resmi atas kesalahan tersebut serta penerapan langkah-langkah yang relevan," tegas klub.

Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi pada kompetisi Eropa. Pada perempat final Liga Champions April 2024, Bayern Munchen tidak mendapatkan penalti saat bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menyentuh bola seusai situasi yang melibatkan kiper David Raya.

Sementara itu, pada tahun yang sama, VAR justru memberikan penalti kepada Club Brugge dalam insiden serupa yang melibatkan kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, dan bek Tyrone Mings.

Leg kedua perempat final Liga Champions dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kiper Atletico Kesal Kerja Keras Timnya Hajar Barcelona Tak Dianggap

Kiper Atletico Kesal Kerja Keras Timnya Hajar Barcelona Tak Dianggap

SPORT
Barcelona vs Atletico Madrid, Derbi Matador di Liga Champions

Barcelona vs Atletico Madrid, Derbi Matador di Liga Champions

SPORT
Hasil UCL: Atletico Madrid Depak Hotspur dalam Duel 12 Gol

Hasil UCL: Atletico Madrid Depak Hotspur dalam Duel 12 Gol

SPORT
Menang 3-0 Tak Cukup bagi Barcelona, Atletico ke Final Copa del Rey

Menang 3-0 Tak Cukup bagi Barcelona, Atletico ke Final Copa del Rey

SPORT
Barcelona vs Atletico Madrid: Gengsi dan Tekanan Perebutan Gelar

Barcelona vs Atletico Madrid: Gengsi dan Tekanan Perebutan Gelar

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon