Zarco Sebut Marquez Tak Seharusnya Jadi Juara Sprint Race GP Spanyol
Minggu, 26 April 2026 | 10:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, melontarkan kritik tajam terhadap kemenangan Marc Marquez dalam sprint race GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Sabtu (25/4/2026). Zarco menilai Marquez seharusnya mendapat penalti atas manuver kontroversial menuju pitlane.
Insiden terjadi saat sprint race kelas MotoGP GP Spanyol di Sirkuit Jerez, ketika Marquez yang membela tim pabrikan Ducati terjatuh lima lap sebelum finis. Ia kemudian bangkit, melintasi area rumput di tikungan 13, dan langsung masuk pit untuk mengganti motor dengan setelan ban basah.
Meski sempat mengalami kecelakaan, Marquez tetap mampu finis terdepan dengan keunggulan lebih dari tiga detik. Namun, aksinya memotong jalur di tikungan terakhir memicu perdebatan.
Pihak steward Federasi Balap Sepeda Motor Internasional (FIM) telah menyelidiki insiden tersebut, tetapi memutuskan bahwa Marquez tidak melanggar aturan sehingga tidak dijatuhi hukuman.
Zarco, yang memulai balapan dari posisi kedua namun finis pada urutan kedelapan, menilai kemenangan Marquez tidak seharusnya disahkan.
“Dia seharusnya tidak memenangkan balapan karena ketika dia jatuh di tikungan terakhir, itu berarti dia sudah memutuskan untuk tidak masuk pit,” ujar Zarco seperti dikutip dari wawancara dengan saluran televisi Prancis, Canal+.
Pembalap asal Prancis itu menilai Marquez mengambil keuntungan dengan melaju melawan arah di sirkuit. Zarco menyebut aksi Marquez yang lolos dari hukuman terasa aneh baginya.
“Jadi kalau dia berada di tikungan 13 lalu kembali ke pit, itu artinya dia bergerak mundur, dan Anda tidak boleh bergerak mundur di lintasan. Kalau dia tidak mendapat penalti, itu terus terang sangat aneh,” ucap Zarco.
Zarco juga menyindir bahwa keberuntungan menjadi faktor utama dalam insiden tersebut.
“Orang mungkin akan bilang dia memahami aturan lebih baik dari siapa pun, tetapi saya rasa tidak. Dia hanya sangat beruntung,” katanya.
Sementara itu, Marquez mengakui dirinya melakukan kesalahan karena terlalu lama bertahan dengan ban slick pada kondisi lintasan yang berubah. Namun, ia juga menjelaskan bahwa setang motornya rusak setelah kecelakaan, sehingga memaksanya masuk pit.
Meski demikian, Marquez tidak melawan arah lalu lintas saat kembali ke lintasan dan masuk ke pitlane. Hal ini menjadi salah satu alasan FIM tidak menjatuhkan sanksi.
Zarco tetap bersikeras bahwa keputusan Marquez untuk tetap melaju sebelum akhirnya masuk pit setelah terjatuh tidak seharusnya dibenarkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




