ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gagal ke Perempat Final, Ini Evaluasi Tim Piala Thomas Indonesia

Rabu, 29 April 2026 | 19:39 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada Piala Thomas 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada Piala Thomas 2026. (Beritasatu.com/Humas PP PBSI)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memaparkan hasil sekaligus evaluasi penampilan Tim Thomas Indonesia pada ajang Thomas dan Uber Cup Finals 2026 yang digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.

Pada turnamen tersebut, Indonesia tergabung pada grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Persaingan berlangsung sengit sejak awal, dengan masing-masing tim berupaya mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Thomas.

Menjelang laga krusial melawan Prancis, peluang Indonesia untuk melaju ke fase gugur masih terbuka dengan berbagai skenario. Kemenangan 3-2 akan mengantarkan Indonesia menjadi juara grup, sedangkan kekalahan tipis 2-3 masih memberi peluang lolos sebagai runner-up. Namun, kekalahan dengan skor 1-4 atau 0-5 memastikan langkah Indonesia terhenti.

Indonesia sebelumnya mencatat kemenangan penting 3-2 atas Thailand. Akan tetapi, hasil akhir tidak sesuai harapan setelah takluk 1-4 dari Prancis. Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga klasemen akhir grup D dan gagal melaju ke perempat final Piala Thomas 2026.

ADVERTISEMENT

Pada sisi lain, Thailand tampil sebagai juara grup D seusai menaklukkan Prancis 4-1, sementara Prancis memastikan diri sebagai runner-up dan melangkah ke fase berikutnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Eng Hian menilai, secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis memiliki keunggulan tersendiri. Kehadiran Popov bersaudara yang mampu tampil di sektor tunggal maupun ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up. Kondisi ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal yang secara peringkat dunia dan rekor pertemuan relatif seimbang dengan pemain Indonesia.

Indonesia sejatinya memiliki peluang mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun, ia mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah terjatuh dan mengalami kram, sehingga pergerakannya tidak optimal dan akurasi pukulan menurun. Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor 20-22 pada gim penentuan.

Rekor Pertemuan

Pada partai keempat, pasangan Sabar/Reza yang diharapkan menyumbang poin juga belum mampu tampil maksimal. Padahal, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi. Tekanan dari lawan serta permainan yang kurang lepas membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi kemenangan.

Satu-satunya poin Indonesia saat menghadapi Prancis disumbangkan oleh sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang menang melalui pertarungan rubber game.

Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, turut menyampaikan permohonan maaf serta refleksi atas hasil yang diraih tim.

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam menyusun langkah pembinaan ke depan. Fokus pembenahan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, terutama dalam menghadapi tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan Prancis.

PP PBSI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung atas kerja keras mereka membawa nama Indonesia di Piala Thomas. Ke depan, PBSI berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan berikutnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

SPORT
China Kian Mendekat, Dominasi Indonesia pada Piala Thomas Terancam

China Kian Mendekat, Dominasi Indonesia pada Piala Thomas Terancam

SPORT
Tim Indonesia mulai Latihan di Arena Piala Thomas dan Uber 2026

Tim Indonesia mulai Latihan di Arena Piala Thomas dan Uber 2026

SPORT
PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

SPORT
Skuad Thomas dan Uber Cup 2026: Jonatan Christie Kembali Jadi Andalan

Skuad Thomas dan Uber Cup 2026: Jonatan Christie Kembali Jadi Andalan

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon