ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Kian Mendekat, Dominasi Indonesia pada Piala Thomas Terancam

Selasa, 5 Mei 2026 | 07:16 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Piala Thomas
Piala Thomas (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia masih kokoh sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Thomas hingga edisi 2026 dengan koleksi 14 gelar juara. Catatan tersebut menempatkan Merah Putih di puncak daftar peraih trofi terbanyak dalam ajang beregu putra paling prestisius pada dunia bulu tangkis.

Keunggulan Indonesia kini mendapat tekanan kuat dari China yang terus mendekat. Negeri Tirai Bambu tersebut baru saja menambah koleksi gelarnya menjadi 12 setelah menjuarai Piala Thomas 2026. Dalam partai final yang berlangsung sengit, China menundukkan Prancis dengan skor 3-1.

Dengan hasil tersebut, jarak antara Indonesia dan China kini hanya terpaut satu gelar, membuat persaingan sebagai negara tersukses semakin ketat pada masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Indonesia mencatatkan 14 gelar juara yang diraih pada tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020. Dominasi Indonesia terlihat terutama pada era 1950-an hingga 1970-an, serta kembali berjaya pada periode 1990-an hingga awal 2000-an.

Sementara itu, China mulai menunjukkan kekuatannya sejak era 1980-an dengan gelar perdana pada 1982. Sejak saat itu, China menjadi kekuatan dominan dan berhasil mengumpulkan 12 trofi, yakni pada 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024, dan 2026.

Di bawah Indonesia dan China, Malaysia menempati posisi ketiga dengan lima gelar yang diraih pada 1949, 1952, 1955, 1967, dan 1992. Sementara Jepang, Denmark, dan India masing-masing telah merasakan satu kali gelar juara, yang menunjukkan makin meratanya kekuatan bulu tangkis dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Pada final 2026, China harus bekerja keras untuk memastikan kemenangan atas Prancis yang tampil mengejutkan sepanjang turnamen. Partai pembuka mempertemukan tunggal putra peringkat satu dunia Shi Yuqi dengan Christo Popov.

Shi Yuqi sempat tertinggal dalam setiap gim sebelum akhirnya bangkit dan menang 21-16, 16-21, dan 21-17 dalam pertandingan berdurasi 85 menit.

“Saya tertinggal pada ketiga gim dan mencoba menenangkan diri untuk menemukan cara yang tepat untuk bermain melawan lawan saya,” ujar Shi Yuqi.

Ia juga mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah sempat mengalami gangguan kesehatan.

Namun, Prancis tidak menyerah. Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat kemenangan meyakinkan Alex Lanier atas Li Shifeng. Lanier tampil dominan dan menang dua gim langsung 21-13 dan 21-10.

“Saya sangat konsisten hari ini, dan itu yang membuat perbedaan. Saya bangun dengan motivasi kuat untuk memberikan segalanya bagi tim,” kata Lanier.

Pertandingan ketiga menjadi penentuan momentum. Weng Hongyang berhasil membawa China kembali unggul setelah mengalahkan Toma Junior Popov dalam duel ketat tiga gim 22-20, 20-22, dan 21-19 yang berlangsung selama 96 menit.

“Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Banyak reli panjang dan tekanan mental yang harus dihadapi,” ujar Weng.

Keunggulan China akhirnya dipastikan oleh pasangan ganda He Jiting/Ren Xiangyu yang mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor 21-13 dan 21-16. Kemenangan ini mengunci skor 3-1 sekaligus memastikan gelar juara bagi China.

Meski kalah pada final, pencapaian Prancis patut diapresiasi. Ini merupakan kali pertama mereka berhasil menembus partai puncak Piala Thomas, menandai kebangkitan kekuatan baru dalam peta bulu tangkis dunia.

Sementara itu, keberhasilan China menjuarai edisi 2026 menjadi sinyal bahwa persaingan menuju posisi teratas makin terbuka. Indonesia memang masih memimpin, tetapi dominasi tersebut kini terus dibayangi oleh China yang konsisten tampil pada level tertinggi.

Ke depan, perebutan gelar Piala Thomas diprediksi akan makin sengit, tidak hanya antara Indonesia dan China, tetapi juga negara-negara lain yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas pemain dan kedalaman tim.

Daftar juara Piala Piala Thomas:
•    Indonesia: 14 gelar (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
•    China: 12 gelar (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024, 2026)
•    Malaysia: 5 gelar (1949, 1952, 1955, 1967, 1992)
•    Jepang: 1 gelar (2014)
•    Denmark: 1 gelar (2016)
•    India: 1 gelar (2022)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

SPORT
Gagal ke Perempat Final, Ini Evaluasi Tim Piala Thomas Indonesia

Gagal ke Perempat Final, Ini Evaluasi Tim Piala Thomas Indonesia

SPORT
Tim Indonesia mulai Latihan di Arena Piala Thomas dan Uber 2026

Tim Indonesia mulai Latihan di Arena Piala Thomas dan Uber 2026

SPORT
PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

SPORT
Skuad Thomas dan Uber Cup 2026: Jonatan Christie Kembali Jadi Andalan

Skuad Thomas dan Uber Cup 2026: Jonatan Christie Kembali Jadi Andalan

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon