ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terdepak dari Piala Thomas, PBSI Bakal Evaluasi Strategi Sektor Putra

Kamis, 30 April 2026 | 15:35 WIB
MA
MA
Penulis: Medikantyo Junandika Adhikresna | Editor: MA
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, saat tampil pada Piala Thomas 2026.
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, saat tampil pada Piala Thomas 2026. (Beritasatu.com/Dok. PBSI)

Jakarta, Indoneisa – PP PBSI melakukan evaluasi atas penampilan tim bulu tangkis putra Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark. Indonesia tersisih dari Grup D Piala Thomas setelah mengalami kekalahan telak 1-4 dari kubu Prancis.

Hasil itu membuat Indonesia finis di peringkat ketiga Grup D, sehingga gagal melaju ke perempat final. Catatan ini membuat Indonesia tersingkir dari babak penyisihan grup untuk pertama kali selama 31 kali tampil sebagai peserta sejak 1958.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf atas hasil tersebut. Ia menyebut evaluasi penampilan para pebulu tangkis putra pelatnas Cipayung akan segera dilakukan.

ADVERTISEMENT

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Eng Hian menyebut secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis memiliki keuntungan tersendiri dengan kehadiran Popov bersaudara (Toma Junior dan Christo) yang bermain rangkap pada sektor tunggal maupun ganda. Kehadiran mereka memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up untuk kubu Prancis saat melawan Indonesia.

Penyusunan line-up itu membuat tiga partai awal Prancis dan Indonesia didominasi sektor tunggal. Ketiga wakil Prancis pada sektor tunggal berhasil mengalahkan pemain Indonesia, berbekal peringkat dunia maupun rekor pertemuan yang berimbang.

Eng Hian menekankan PP PBSI akan menaruh fokus pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding. Termasuk membangun strategi dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan,” ujar kapten tim sekaligus pebulu tangkis ganda Indonesia, Fajar Alfian.

PBSI menilai hasil ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, dan mental bertanding menghadapi tim dengan komposisi fleksibel. Ke depan, pembinaan akan diperkuat untuk menghadapi kejuaraan internasional berikutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gagal Total pada Piala Thomas 2026, Taufik Minta PBSI Introspeksi

Gagal Total pada Piala Thomas 2026, Taufik Minta PBSI Introspeksi

SPORT
China Pertahankan Gelar Juara Piala Thomas, Korea Kuasai Piala Uber

China Pertahankan Gelar Juara Piala Thomas, Korea Kuasai Piala Uber

SPORT
Gagal ke Perempat Final, Ini Evaluasi Tim Piala Thomas Indonesia

Gagal ke Perempat Final, Ini Evaluasi Tim Piala Thomas Indonesia

SPORT
Prancis Rayakan Kemenangan Bersejarah atas Indonesia pada Piala Thomas

Prancis Rayakan Kemenangan Bersejarah atas Indonesia pada Piala Thomas

SPORT
Hasil Piala Thomas 2026: Indonesia Gugur setelah Kalah dari Prancis

Hasil Piala Thomas 2026: Indonesia Gugur setelah Kalah dari Prancis

SPORT
Indonesia Wajib Kalahkan Prancis demi Juara Grup Piala Thomas 2026

Indonesia Wajib Kalahkan Prancis demi Juara Grup Piala Thomas 2026

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon