Klok Bantah Sampaikan Ujaran Rasisme terhadap Pemain Bhayangkara FC
Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:31 WIB
Bandung, Beritasatu.com – Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menyampaikan bantahan tegas atas tuduhan ucapan rasisme yang diarahkan kepadanya dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kamis (30/4/2026). Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan nama baiknya.
Dalam pernyataannya, Klok menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai kesetaraan dan anti-rasisme sepanjang kariernya di dunia sepak bola. Ia menyebut penyebaran informasi serta tuduhan tindak rasisme telah merugikan dirinya.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” ujar Klok, seperti dilansir dari laman resmi Persib Bandung, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menekankan selama ini dirinya selalu menjunjung tinggi rasa hormat, profesionalisme, dan kesetaraan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Menurutnya, pengalaman bermain bersama rekan setim dari berbagai latar belakang menjadi bukti bahwa ia memegang teguh nilai tersebut.
“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme. Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.
Terkait insiden di lapangan, ia menjelaskan telah melakukan komunikasi dengan pihak Bhayangkara FC untuk meluruskan situasi. Ia kemudian memaparkan kronologi kejadian yang memicu kesalahpahaman tersebut.
“Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.
Klok menyebut terdapat kesalahpahaman pada ucapannya kepada Doumbia dalam pertandingan. Insiden itu terjadi menjelang sepak mula permainan setelah Persib mencetak gol kedua ke gawang Bhayangkara.
“Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘give me the ball back’,” ucap Klok.
Menurutnya, kesalahpahaman terjadi oleh Doumbia karena ucapan darinya disalahartikan. Pemain 33 tahun itu mengaku telah menjelaskan situasinya kepada pemain serta staf kepelatihan Bhayangkara FC.
“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’. Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa orang-orang terdekat, termasuk rekan setim dan pelatih, memahami karakter serta prinsip yang ia pegang. Atas kejadian tersebut, ia berharap adanya klarifikasi dan permintaan maaf resmi.
“Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang. Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan,” kata Klok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




