Olimpiade Tengah Berlangsung, Kasus Harian Covid-19 Capai 3.000 di Tokyo
Kamis, 29 Juli 2021 | 08:26 WIB
Tokyo, Beritasatu.com – Jumlah kasus harian Covid-19 di Tokyo mencapai 3.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (28/7). Beberapa wilayah tetangga mempertimbangkan pembatasan darurat untuk mengatasi lonjakan infeksi.
Tokyo, yang tengah menjadi tuan rumah Olimpiade, melaporkan 3.117 kasus. Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta orang-orang untuk menghindari bepergian yang tidak perlu dan tidak mendesak.
Program vaksinasi di Jepang dimulai dengan lambat dan hanya sedikit di atas 25% populasi yang telah mendapatkan dua suntikan. "Saya ingin anak muda divaksinasi. Perilaku anak muda adalah kuncinya. Saya mohon kerja samanya," Koike menuturkan, Rabu (28/7).
Jepang telah melihat wabah Covid-19 yang relatif kecil, dengan sekitar 15.000 kematian meskipun pemerintah menghindari lockdown yang ketat.
Keadaan darurat yang berlaku di Tokyo sebagian besar membatasi jam buka bar dan restoran, serta melarang bisnis menjual alkohol. Meski demikian, para ahli telah memperingatkan kepatuhan menurun dan jumlah kasus baru melonjak di kalangan anak muda.
Kasus juga meningkat di tempat lain dan tiga wilayah di sekitar Tokyo, yakni Chiba, Saitama, dan Kanagawa. Otoritas setempat sekarang sedang mempertimbangkan untuk mencari status darurat virus dari pemerintah nasional.
Lonjakan kasus kemungkinan akan meningkatkan pengawasan Olimpiade, dengan kekhawatiran terus-menerus tentang apakah acara tersebut dapat mendorong infeksi.
Peserta Olimpiade menghadapi berbagai batasan, termasuk pengujian reguler dan batasan pergerakan mereka.
Sebanyak 124.358 hasil tes atlet Olimpiade dan tim panitia bulan ini mengungkapkan hanya 22 kasus positif yang dikonfirmasi, menurut pernyataan penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020. Angka tersebut belum termasuk tes kedatangan di bandara.
Juru bicara pemerintah Katsunobu Kato meminta warga Jepang untuk menghindari pertemuan dan minum dalam kelompok, menyarankan orang-orang menonton Olimpiade di rumah.
Fans dilarang dari hampir semua tempat Olimpiade, meskipun orang-orang telah muncul di jalan-jalan umum tempat kompetisi berlangsung.
Warga Tokyo, Takahiko Nimomoya mengaku khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus virus. "Saya pikir pemerintah tidak merasakan keseriusan situasi ini. Mereka hanya fokus pada Olimpiade," kata pria berusia 55 tahun itu kepada AFP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




