Houthi Serang Penyimpanan Minyak di Jeddah, Balapan F1 Tetap Berlanjut
Sabtu, 26 Maret 2022 | 08:22 WIB
Eskalasi serangan Houthi terjadi ketika utusan khusus PBB mencoba untuk mengamankan gencatan senjata sementara untuk bulan suci Ramadan yang dimulai pada awal bulan April, dan menjelang pertemuan Riyadh dengan pihak Yaman untuk konsultasi akhir bulan ini.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk serangan terhadap Arab Saudi, dan mengatakan Amerika Serikat akan terus bekerja dengan Riyadh untuk memperkuat pertahanannya sambil bekerja untuk resolusi yang tahan lama terhadap konflik di Yaman.
"Pada saat semua pihak harus fokus pada de-eskalasi dan membawa bantuan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan hidup rakyat Yaman menjelang bulan suci Ramadhan, Houthi melanjutkan perilaku destruktif mereka dan serangan teroris sembrono yang menyerang infrastruktur sipil," kata Blinken.
Baca Juga: Leclerc Tercepat di Sesi I Latihan Bebas GP Arab Saudi
Koalisi Saudi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung negara kerajaan itu dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014.
Konflik, yang secara luas dilihat sebagai perang terselubung antara Arab Saudi dan Iran, telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan. Houthi mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




