Ceceran Dokumen Pesawat Bukti Kuat IAT Jatuh di Maros
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Temuan dokumen teknis dan operasional pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) memperkuat dugaan bahwa pesawat tersebut jatuh di kawasan pegunungan Batimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dokumen-dokumen ini ditemukan oleh para pendaki di area Puncak Bulu Saraung, Pangkep, yang berbatasan langsung dengan Maros.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @maros.informasi, sejumlah dokumen penting ditemukan dalam kondisi sebagian terbakar namun masih bisa terbaca. Salah satunya adalah kertas bertuliskan “Normal Operations Additional Procedures” milik maskapai IAT.
Identifikasi Puing dan Dokumen Milik IAT
Beberapa bukti fisik yang ditemukan di lokasi antara lain:
1. Manual Operasional: Halaman 73 dari dokumen prosedur operasi normal pesawat ATR 400.

2. Material Teknis: Lembaran bertuliskan "Hexcel Composites Fibrelam" dari Duxford, Cambridge, Inggris, yang merupakan komponen material pesawat.
3. Simbol Pesawat: Emblem berlogo burung Garuda yang menjadi identitas pada badan pesawat Indonesia Air Transport.
"Para pendaki menemukan barang-barang yang diduga kuat merupakan puing pesawat IAT yang hilang kontak," tulis keterangan saksi di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Fakta terbaru mengungkapkan bahwa pesawat nahas rute Yogyakarta–Makassar tersebut ternyata sedang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berdasarkan manifes, terdapat 11 orang di dalam pesawat yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Hingga saat ini, nasib seluruh personel masih menjadi fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Titik koordinat terakhir pesawat tercatat pada 4∘57′8′′ Lintang Selatan dan 119∘42′54′′ Bujur Timur, sebuah wilayah karst di Leang-Leang dengan topografi terjal.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terus berupaya menjangkau koordinat tersebut secepat mungkin. Mengingat vegetasi yang sangat rapat, penyisiran harus dilakukan secara manual dengan dukungan teknologi udara.
"Tim bergerak secara bertahap dalam beberapa sortir. Fokus kami adalah memastikan kondisi 11 orang yang berada di dalam pesawat sewa tersebut," ujar Andi Sultan, Sabtu (17/1/2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




