Tim Gabungan Terus Buka Akses Tarutung-Sibolga yang Terputus Longsor
Jumat, 5 Desember 2025 | 21:28 WIB
Tapanuli Utara, Beritasatu.com - Upaya pembukaan akses jalan utama Tarutung ke Sibolga yang terputus akibat longsor terus dikebut tim gabungan di Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Jalan yang menjadi jalur vital distribusi logistik ini hingga Jumat (5/12/2025) belum dapat dilalui karena tertutup material longsor dan genangan air yang cukup tinggi.
Komandan Yonzipur 1 Kodam I/Bukit Barisan Letkol Czi Andri Prasetya Wibowo menyampaikan, pihaknya menerjunkan satu tim khusus untuk membantu percepatan pembukaan akses. Tim dilengkapi operator ekskavator, personel evakuasi, serta petugas manual dengan peralatan sederhana.
“Kami menurunkan satu tim yang terdiri dari tim alat berat, tim evakuasi, dan tim manual menggunakan peralatan seperti cangkul dan skop,” ujar Andri saat ditemui Beritasatu.com di Desa Parsingkaman, Adiankoting, Tapanuli Utara pada Jumat (5/12/2025).
Andri menjelaskan satu unit ekskavator Caterpillar 320 D2 dikerahkan sebagai alat utama pembersihan material. TNI juga bekerja bersama BBPJN, BBWS, dan Dinas PU Provinsi yang turut menempatkan sejumlah alat berat di titik-titik terdampak.
“Total ada 12 alat berat yang bekerja mulai dari titik awal sampai kilometer 39. Personel dari Yonzipur 1 sekitar 38 orang, dan kami juga membawa satu mobil reverse osmosis untuk menyediakan air bersih bagi warga,” jelasnya.
Meski demikian, proses pembukaan jalan terkendala genangan air setinggi hampir empat meter yang menimbun ruas jalan. Menurutnya, debit air harus dikurangi secara bertahap agar alat berat dapat mencapai titik longsor berikutnya.
“Kami sudah dua hari hampir terhenti karena genangan air tinggi. Debit air harus dikurangi perlahan agar alat bisa masuk. Alhamdulillah hari ini sudah sampai ke titik longsor berikutnya,” ungkapnya.
Hingga hari ini, tim gabungan berhasil membuka akses pembersihan hingga 39 kilometer dari arah Tarutung. Namun kondisi cuaca tetap menjadi faktor risiko mengingat hujan berpotensi memicu longsor susulan.
Andri menegaskan bahwa skenario khusus juga telah disiapkan jika ditemukan jalan yang benar-benar putus.
“Kami berharap tidak ada jalan yang terputus di depan. Kalau longsor bisa kita bersihkan, tetapi kalau putus, itu pekerjaan besar. Kami sudah siapkan strategi termasuk penggunaan jembatan darurat Bailey dari satuan kami,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




