Kerugian Bencana di Sumatera Utara Tembus Rp 9,98 Triliun
Senin, 8 Desember 2025 | 14:14 WIB
Medan, Beritasatu.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, total kerugian akibat bencana alam di Sumatera Utara yang melanda sejumlah daerah di Sumut mencapai Rp 9,98 triliun. Estimasi ini mencakup kerusakan pada berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution seusai rapat terbatas dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui konferensi daring di Posko Tanggap Bencana, Gedung Bakti Kwarda Sumut, Medan, Minggu (7/12/2025).
“Kami dari pemprov akan berupaya penuh mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut,” kata Bobby Nasution.
Pemprov Sumut mencatat sejumlah sektor mengalami kerugian besar, meliputi:
1. Infrastruktur
23 ruas jalan nasional rusak, tiga jembatan nasional
25 ruas jalan provinsi, dan lima jembatan provinsi.
2. Pertanian dan Perkebunan
4.359 meter saluran irigasi rusak, 26 titik tanggul jebol, 38.878 hektare lahan pertanian terdampak, 5.750 hektare puso, 28.328 hektare kebun terdampak, 161.949 ekor ternak mati atau hilang.
3. Pendidikan
397 sekolah rusak (SMA, SMK, SLB, SD, SMP)
4. Kesehatan
18 rumah sakit terdampak, 25 puskesmas, 19 puskesmas pembantu, sembilan polindes.
5. Perumahan dan Rumah Ibadah
99.169 unit rumah terdampak, 131 rumah ibadah rusak
Bencana ini memberi dampak besar pada masyarakat Sumut yaitu 420.631 kartu keluarga (KK) / 1.578.014 jiwa terdampak, jumlah pengungsi sebanyak 10.902 KK / 45.032 jiwa, 330 jiwa meninggal dunia, 650 luka-luka, dan 136 orang masih hilang.
Bobby Nasution memastikan, proses pencarian korban hilang tetap menjadi prioritas.
“Kita update terus. Masih ada korban hilang, dan akses menuju lokasi akan terus kita upayakan,” ujarnya.
Meski banyak wilayah sudah dapat dijangkau, masih terdapat 13 kecamatan yang terisolir akibat putusnya akses darat.
Namun, Bobby Nasution memastikan, bantuan logistik telah menjangkau seluruh lokasi, termasuk daerah terisolir melalui jalur alternatif.
“Secara distribusi bantuan semua sudah terjangkau. Yang terisolir itu hanya akses darat,” jelasnya.
Dalam rapat terbatas itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah hingga relawan.
Prabowo menegaskan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi bencana besar menjadi kekuatan dalam mempercepat penanganan di Sumut.
“Saya sampaikan terima kasih. Ini memang tantangan bagi kita, tetapi dengan kerjasama dan kekompakan, kita mampu menghadapinya,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




