Peneliti BRIN Ungkap Indikasi Air Tanah Tercemar TPA Cipeucang
Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:47 WIB
Tangerang, Beritasatu.com – Beberapa waktu belakangan, warga sekitar TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dihebohkan dengan dugaan adanya air tanah yang tercemar limbah cair sampah alias lindi.
Ahli Perekayasa Madya Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Hidayat, mengatakan jika pencemaran terjadi, maka indikasi kuat secara fisik terlihat dari bau, warna, kekeruhan, rasa, dan busa.
“Untuk melihat pola dan sebaran pencemaran di bawah tanah, pemerintah perlu mengkaji keberadaan akuifernya,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).
Akuifer sendiri merupakan lapisan batuan atau formasi geologi di bawah permukaan tanah yang mampu menyimpan serta mengalirkan air di sekitar TPA Cipeucang. Nur menyebutkan, akuifer penting dipetakan untuk mengetahui sistem aliran air di bawah tanah. Air yang tercemar akan mengikuti keberadaan akuifer.
Secara geologi, menurutnya, wilayah Cipeucang merupakan dataran rendah Cekungan Jakarta dan berbatasan langsung dengan Sungai Cisadane. Daerah ini tersusun oleh endapan kuarter hingga tersier dengan dominasi endapan alluvial di lapisan dangkalnya.
“Ciri khas endapan alluvial salah satunya adalah bersifat lolos air (permeabel) pada lapisan pasir atau kerikil, menjadikannya lapisan akuifer bebas (dangkal) yang baik, tetapi sekaligus rentan terhadap pencemaran,” sebut Nur Hidayat.
Upaya untuk memetakan akuifer ini salah satunya yang paling efektif adalah menggunakan metoda geofisika, yaitu metoda resistivity (metoda geolistrik). Pengukuran dengan metoda ini dilakukan di TPA dan juga di sekitarnya, termasuk di area permukiman yang diindikasikan tercemar.
Nur Hidayat meyakini dengan metoda ini bisa diketahui keberadaan akuifer bawah permukaan, baik jumlah akuifer, kedalaman, ketebalan, maupun sebarannya, termasuk keberadaan air tanah dan aliran air bawah tanahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




