ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peneliti BRIN Ungkap Indikasi Air Tanah Tercemar TPA Cipeucang

Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:47 WIB
AB
MK
Penulis: Ahmad Baihaqi | Editor: MBK
Ketua RT 04 Idik Tasdik menunjukan aliran air sungai yang tercemar sampah di TPA Cipeucang Kelurahan Kademangan Kecamatan Serpong Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 28 Oktober 2025.
Ketua RT 04 Idik Tasdik menunjukan aliran air sungai yang tercemar sampah di TPA Cipeucang Kelurahan Kademangan Kecamatan Serpong Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 28 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Ahmad Baihaqi)

Tangerang, Beritasatu.com – Beberapa waktu belakangan, warga sekitar TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dihebohkan dengan dugaan adanya air tanah yang tercemar limbah cair sampah alias lindi.

Ahli Perekayasa Madya Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Hidayat, mengatakan jika pencemaran terjadi, maka indikasi kuat secara fisik terlihat dari bau, warna, kekeruhan, rasa, dan busa.

“Untuk melihat pola dan sebaran pencemaran di bawah tanah, pemerintah perlu mengkaji keberadaan akuifernya,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).

ADVERTISEMENT

Akuifer sendiri merupakan lapisan batuan atau formasi geologi di bawah permukaan tanah yang mampu menyimpan serta mengalirkan air di sekitar TPA Cipeucang. Nur menyebutkan, akuifer penting dipetakan untuk mengetahui sistem aliran air di bawah tanah. Air yang tercemar akan mengikuti keberadaan akuifer.

Secara geologi, menurutnya, wilayah Cipeucang merupakan dataran rendah Cekungan Jakarta dan berbatasan langsung dengan Sungai Cisadane. Daerah ini tersusun oleh endapan kuarter hingga tersier dengan dominasi endapan alluvial di lapisan dangkalnya.

“Ciri khas endapan alluvial salah satunya adalah bersifat lolos air (permeabel) pada lapisan pasir atau kerikil, menjadikannya lapisan akuifer bebas (dangkal) yang baik, tetapi sekaligus rentan terhadap pencemaran,” sebut Nur Hidayat.

Upaya untuk memetakan akuifer ini salah satunya yang paling efektif adalah menggunakan metoda geofisika, yaitu metoda resistivity (metoda geolistrik). Pengukuran dengan metoda ini dilakukan di TPA dan juga di sekitarnya, termasuk di area permukiman yang diindikasikan tercemar.

Nur Hidayat meyakini dengan metoda ini bisa diketahui keberadaan akuifer bawah permukaan, baik jumlah akuifer, kedalaman, ketebalan, maupun sebarannya, termasuk keberadaan air tanah dan aliran air bawah tanahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cemarkan Lingkungan, Pabrik Oli Bekas di Tangerang Digugat KLH

Cemarkan Lingkungan, Pabrik Oli Bekas di Tangerang Digugat KLH

BANTEN
Sungai Ciujung Serang-Lebak Tercemar Limbah, Airnya Hitam dan Berbau

Sungai Ciujung Serang-Lebak Tercemar Limbah, Airnya Hitam dan Berbau

BANTEN
Warning Istiqlal, Menag: Jangan Ada Darah Hewan Kurban di Sungai

Warning Istiqlal, Menag: Jangan Ada Darah Hewan Kurban di Sungai

JAKARTA
Jumhur Tegaskan KLH Fokus Sanksi Perusak Lingkungan

Jumhur Tegaskan KLH Fokus Sanksi Perusak Lingkungan

NASIONAL
Puluhan Karung Limbah Jeroan Ayam Dibuang Sembarangan di Cianjur

Puluhan Karung Limbah Jeroan Ayam Dibuang Sembarangan di Cianjur

JAWA BARAT
Limbah Dapur MBG di Cianjur Bikin Banyak Ikan Mati dan Sumur Warga Bau

Limbah Dapur MBG di Cianjur Bikin Banyak Ikan Mati dan Sumur Warga Bau

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon