3 Pekan Terisolasi, Jembatan Darurat di Cimanggu Buka Akses Warga
Selasa, 6 Januari 2026 | 17:46 WIB
Pandeglang, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, akhirnya menuntaskan penanganan jembatan ambruk di Desa Keramatjaya, Kecamatan Cimanggu. Setelah hampir tiga pekan terputus, warga kini kembali dapat melintasi jembatan yang menjadi penghubung utama antarwilayah, Selasa (6/1/2026).
Penanganan dilakukan dengan memasang jembatan bailey milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Jembatan tersebut bersifat sementara dan difungsikan untuk memulihkan akses mobilitas masyarakat yang sebelumnya terisolasi.
"Sudah (ditangani)," kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Menurut Andrian, pemasangan jembatan bailey menjadi solusi cepat agar aktivitas warga, termasuk distribusi logistik dan akses ekonomi, dapat kembali berjalan normal. Namun, ia menegaskan bahwa jembatan permanen belum dibangun.
"Dibangun permanen belum, baru pakai jembatan sementara. Ini untuk mempermudah akses warga dahulu," ujarnya.
Andrian menjelaskan, pembangunan jembatan permanen akan dilakukan apabila tersedia anggaran dari APBD Pandeglang. Jika tidak, pihaknya akan mengajukan usulan bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten. Ia menyebutkan, secara teknis perencanaan jembatan permanen sebenarnya sudah disiapkan.
"Kita usulkan ke pemprov, tetapi kalau kita ada anggaran sendiri, tinggal kita bangun karena untuk perencanaan sudah ada," katanya.
Sementara itu, warga Desa Keramatjaya menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah. Salah seorang warga, Tusi, mengaku keberadaan jembatan sementara sangat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah membangun jembatan sementara. Warga sangat terbantu," ucapnya.
Meski demikian, Tusi berharap pembangunan tidak berhenti pada solusi darurat. Ia meminta agar jembatan permanen segera direalisasikan demi keamanan dan kelancaran jangka panjang.
"Namun kami berharap jembatan ini jangan sementara, kami ingin permanen," katanya.
Diketahui sebelumnya, jembatan penghubung di Desa Keramatjaya ambruk saat dilintasi kendaraan pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan akses menuju tiga desa terputus total.
"Jembatan penghubung ke tiga desa ambruk," kata Debin, warga setempat.
Debin menuturkan, kondisi jembatan memang sudah lama rusak dan mengalami pelapukan. Bahkan, bagian lantai jembatan sebelumnya hanya ditambal menggunakan batang pohon kelapa.
"Jembatan sudah bolong, sudah ditambal pohon kelapa. Setelah itu ada truk lewat bawa kayu gelondongan, ambruk di situ sama mobil-mobilnya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




