ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PAN: Capres-Cawapres dari Koalisi Besar Diputuskan Melalui Musyawarah Mufakat

Rabu, 19 April 2023 | 20:20 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi di Kantor DPP PAN, Jalan Warung Buncit, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Februari 2023.
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi di Kantor DPP PAN, Jalan Warung Buncit, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Februari 2023. (Beritasatu.com/ Yustinus Paat/Yustinus Patris Pa'at)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi mengatakan penentuan pasangan capres-cawapres di Koalisi Besar nantinya akan dilakukan secara musyawarah mufakat. Menurut Viva, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Besar akan melakukan perundingan untuk menentukan pasangan capres-cawapres yang diusung.

"Paslon yang akan diusung akan ditetapkan di meja perundingan. Insya Allah akan ditetapkan secara kolektif kolegial, musyawarah mufakat, dan tidak voting," ujar Viva kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).

Viva mengatakan sebenarnya saat ini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar-PAN-PPP masih solid. Menurut Viva, soliditas tersebut akan memudahkan pembentukan Koalisi Besar karena semua partai di KIB akan solid bergabung bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKRI) bentukan Gerindra-PKB.

ADVERTISEMENT

Rencananya KIB dan KKIR bersatu untuk membentuk Koalisi Kebangsaan.

"Memang ada rencana untuk menggabungkan koalisi KIB dan KIR dalam satu biduk perjuangan di Pilpres 2024. KIB dan KKIR bersatu menjadi koalisi besar, yaitu Koalisi Kebangsaan," tandas dia.

Viva mengaku bahwa pengumuman paslon yang diusung di pilpres 2024 dari partai politik atau koalisi partai akan saling berpengaruh, satu dengan yang lainnya. Karena itu, kata dia, proses pembentukan paslon yang sudah terkonsolidasi tentu akan segera diumumkan.

"Masing-masing partai dan koalisi saling menunggu, siapa yang akan start duluan," tutur dia.

Viva beranggapan penentuan paslon yang diusung akan mempertimbangkan dua faktor. Pertama, faktor ideologi yang diukur dari basis konstituen partai berdasarkan pada perolehan suara dan kursi di pemilu sebelumnya.

Kedua, faktor elektabilitas figur untuk memenangi kompetisi pilpres yang diukur dari hasil lembaga survei yang kredibel, jujur, dapat dipercaya, dan tidak menjadi alat legitimasi politik melalui cara ilmiah akademis, atau menjadi alat pemuja saja.

"Dua faktor itu menjadi hal penting bagi seluruh partai politik sehingga proses konsolidasi untuk menetapkan paslon sampai hari ini masih berlangsung dinamis. Nanti pada waktunya semua akan mengerucut menemukan formula dan konfigurasi politik dalam paslon yang akan diusung di pilpres 2024," pungkas Viva.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MPR Evaluasi LCC 4 Pilar Seusai Kontroversi

MPR Evaluasi LCC 4 Pilar Seusai Kontroversi

NASIONAL
Kritik Usulan KPK Batasi Jabatan Ketum Parpol, PAN: Bikin Gaduh

Kritik Usulan KPK Batasi Jabatan Ketum Parpol, PAN: Bikin Gaduh

NASIONAL
Zulhas: PAN Paling Loyal dan Konsisten Dukung Prabowo Selama 15 Tahun

Zulhas: PAN Paling Loyal dan Konsisten Dukung Prabowo Selama 15 Tahun

NASIONAL
PANSar Murah Ramadan, Uya Kuya Diserbu Warga dan Pengemudi Ojol

PANSar Murah Ramadan, Uya Kuya Diserbu Warga dan Pengemudi Ojol

LIFESTYLE
PAN Mau Duet Prabowo-Zulhas pada 2029, Gibran: Saya Fokus Bekerja

PAN Mau Duet Prabowo-Zulhas pada 2029, Gibran: Saya Fokus Bekerja

NASIONAL
PAN Minta Ambang Batas Parlemen Dihapus dalam Revisi UU Pemilu

PAN Minta Ambang Batas Parlemen Dihapus dalam Revisi UU Pemilu

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon