Jika PDIP Usung Ganjar, Banyak Partai Lain Akan Merapat
Kamis, 20 April 2023 | 03:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Pusat Kajian Politik Aisah Putri Budiatri menilai PDI Perjuangan berpeluang membentuk Koalisi Besar dalam menghadapi Pilpres 2024. Yang terpenting, kaya Aisah, PDIP mengusung dan mengumumkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.
Pasalnya, Ganjar Pranowo menjadi menjadi magnet dan membuat parpol lain merapat kepada PDIP.
"Jika PDIP mengumumkan capresnya sebelum koalisi besar ini benar-benar terbentuk, maka PDIP akan menjadi game changer dalam proses lobi-lobi politik antara partai," ujar Aisah di Jakarta, Rabu (19/4/2023)
Aisah menilai penentuan dan pengumuman Capres PDIP akan membuat partai lain memikirkan ulang strategi politik menjelang pilpres. Menurut dia, PDIP pun bakal menjadi arus perubahan peta politik dan membuat parpol lain merapat khususnya parpol yang belum tergabung koalisi.
"Mereka (parpol) akan melihat potensi menang, potensi mencalonkan wapres dan lainnya," tandas Aisah.
Aisah menuturkan salah satu alasan PDIP dan Ganjar menjadi game changer politik gegara memiliki elektabilitas paling tinggi. "Hal ini dipengaruhi juga oleh konsistensi popularitas dan sentimen positif publik pada PDIP termasuk Ganjar sebagai capres partai ini paling populer," pungkas dia.
Diketahui, elektabilitas Ganjar Pranowo dan PDIP masih berada di puncak dari berbagai hasil lembaga survei. Elektabilitas Ganjar bahkan kembali melejit setelah sempat menurun setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Hingga saat ini, PDIP belum memutuskan nama tokoh yang akan diusung menjadi capres 2024. Keputusan tersebut berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Yang pasti, capres PDIP merupakan kader internal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




