Pemilu 2024, Yayasan 98 Pastikan Tidak Terlibat Politik Praktis
Senin, 22 Mei 2023 | 11:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tak lama lagi Indonesia akan mendekati pesta demokrasi Pemilihan Umum 2024 (Pemilu 2024). Berkaitan dengan itu, Aktivis 98 Sangap Surbakti mengatakan Yayasan 98 Peduli dilarang untuk berpolitik dan melakukan keberpihakan kepada calon pemimpin di Pemilu 2024.
"Enggak ada urusannya sama Yayasan 98 Peduli. Itu pilihan pribadi. Yayasan 98 dilarang berpolitik menurut hukumnya. Jadi, pakemnya disitu aja kalau kemudian orang diluar sana menarik naik, kami akan tarik kembali diri kami," ungkap Aktivis 98, Sangap Surbakti dalam acara bertajuk "Menggugat Reformasi" di Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2023).
Sangap mengatakan meski saat ini banyak aktivis yang mulai mengarah ke salah satu calon presiden 2024, aktivis 98 akan tetap berfokus dalam membantu permasalahan kemanusiaan dan sosial.
"Kami punya para akademisi, doktor, guru besar, yayasan ini bisa membuat sesuatu kajian akademik yang akan bertarung di panggung nasional," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menekankan Yayasan 98 Peduli tidak memiliki arahan khusus terkait Pemilu 2024.
"Enggak, enggak ada," ungkap Budi Arie Setiadi
Budi mengatakan Yayasan 98 Peduli akan lebih berfokus pada nilai-nilai kemanusian.
"Yayasan 98 peduli ini lebih ke nilai-nilai kemanusiaan. Soal politik identitas enggak mau, SARA enggak mau, politik yang memecah belah bangsa pasti enggak mau," jelasnya.
"Kita inikan cinta negara, cinta Indonesia. Yang pasti Yayasan 98 ini tidak terlibat dalam politik praktis," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




