Siasat Parpol Raup Suara Pemilih Muda di Pemilu 2024
Rabu, 9 Agustus 2023 | 16:13 WIB
Melki mengatakan masyarakat akan memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan dewan penari rakyat. Ia pun menekankan perlunya partai politik untuk menjawab aspirasi masyarakat khusunya generasi muda dibandingkan membuat lagu seperti itu.
Namun, terlepas dari pro-kontra, lagu itu memperlihatkan kemajuan PAN dalam mempromosikan partai dengan cara yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya.
Riwayat Partai Menggaet Anak Muda
Sebenarnya strategi merebut suara anak muda bukan pertama kali dilakukan partai politik. Pada Pemilu 2019, muncul Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang menggembar-gemborkan diri sebagai partai anak muda.
Dari iklan di media sosial yang gencar dilakukan hingga banyaknya kader-kader yang berusia muda, seperti Tsamara Amany, Rian Ernest, dan Michael Sianipar. Namun, hal itu ternyata tak mampu membuat PSI lolos ke Senayan karena tidak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen. Bahkan, perolehan suara PSI di Pemilu 2019, yakni 1,89 persen masih kalah dengan Partai Berkarya besutan anak Presiden ke-2 RI Soeharto, Tommy Soeharto.
PSI terbilang hanya berhasil meraih kesuksesan di Jakarta dengan mendapatkan delapan kursi DPRD DKI. kegagalan PSI lolos ke Senayan dianggap banyak orang karena partai itu gagal menjawab kebutuhan kaum muda perdesaan yang memiliki perbedaan dengan kaum muda perkotaan. Selain itu, PSI dinilai terlalu fokus mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang saat itu dipimpin Anies Baswedan. Hal itu membuat PSI dicap sebagai partai ibu kota oleh netizen di media sosial. Belum lagi banyaknya kader muda mereka yang secara mengejutkan mengundurkan diri dari partai tersebut.
Melihat apa yang sudah terjadi pada PSI, partai-partai politik di Indonesia seharusnya tidak hanya mengikuti tren yang sedang booming di kalangan anak muda saja. Lebih dari itu, parpol harus bisa menjawab atau memberikan solusi atas aspirasi dan keresahan generasi muda. Hal ini mengingat generasi muda juga dikenal sebagai generasi kritis karena banyaknya informasi di media sosial dan internet.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




