ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PDIP Persilakan PPP Cabut jika Ngotot Dorong Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar

Senin, 14 Agustus 2023 | 19:45 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (kanan), bersama Ketua Bapillu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno berbincang saat menghadiri pertemuan dengan tokoh masyrakat dan tokoh agama di kediaman mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu 22 Juli 2023.
Bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (kanan), bersama Ketua Bapillu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno berbincang saat menghadiri pertemuan dengan tokoh masyrakat dan tokoh agama di kediaman mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu 22 Juli 2023. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan PPP cabut dari koalisi jika ngotot mendorong Sandiaga Uno menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Menurut Basarah, koalisi yang dibangun PDIP atas dasar kesukarelaan, bukan atas dasar paksaan.

"Monggo (silakan cabut), lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Harus kesukarelaan tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya," ujar Basarah di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Basarah berharap partai pendukung Ganjar Pranowo bersabar soal nama cawapres. Menurut dia, semua nama bakal cawapres yang muncul ke publik maupun yang belum muncul, mempunyai peluang yang sama, termasuk nama Sandiaga Uno.

ADVERTISEMENT

Selain Sandiaga Uno, nama lain yang masuk bursa bakal cawapres Ganjar adalah Menko Polhukam Mahfud MD, putri Gus Dur, Yenny Wahid, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Saya kira probability mereka untuk menjadi cawapres Pak Ganjar, cukup tinggi, kita tunggu nanti pada akhirnya batas akhir pendaftaran capres cawapres yang telah diatur KPU, kita lihat bagaimana formasi groupping parpolnya, dan formasi capres cawapresnya," ungkap dia.

Menurut Basarah, nama cawapres Ganjar tergantung dinamika sosial politik yang akan terus berkembang. Termasuk, kata dia, tergantung keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama dengan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

"Saya kira sudah menjadi tradisi politik Ibu Mega sejak Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 kemarin, ketika memutuskan siapa cawapres Pak Jokowi semua partai pendukung Pak Jokowi pada waktu itu, diajak bicara, diajak rembukan. Itulah prinsip musyawarah mufakat," kata Basarah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RUU Pemilu: PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Ideal 38 Kursi

RUU Pemilu: PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Ideal 38 Kursi

NASIONAL
Kritik Pernyataan Amien Rais, PDIP: Tak Elok!

Kritik Pernyataan Amien Rais, PDIP: Tak Elok!

NASIONAL
Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

NASIONAL
Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

NASIONAL
PDIP Soroti Usulan Yusril Soal Ambang Batas Parlemen

PDIP Soroti Usulan Yusril Soal Ambang Batas Parlemen

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon