Boni Hargens: Semua Capres-cawapres Punya Kans Sama Masuk Putaran Kedua
Jumat, 17 November 2023 | 06:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Analis politik Boni Hargens menegaskan bahwa semua pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 memiliki peluang yang sama untuk masuk putaran kedua. Pernyataan tersebut didasarkan pada berbagai hasil survei, termasuk yang disampaikan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI).
"Tidak satupun capres-cawapres hari ini yang dapat dipastikan masuk putaran kedua. Tidak ada yang bisa mengeklaim pasti masuk putaran kedua, semuanya masih dinamis. Semua berpeluang dan semua memiliki potensi masuk putaran kedua," ujar Boni dalam acara rilis hasil survei LPI di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Hasil survei LPI yang dirilis Kamis (16/11/2023) menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud MD mencapai 38,75%. Pasangan yang mendapatkan nomor urut 3 di Pilpres 2024 itu mengungguli elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 34,25%. Sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di urutan ketiga dengan 24%, dengan 3% responden mengaku tidak tahu/tidak menjawab.
Menurut Boni, sekitar 60% pemilih Indonesia memiliki karakter seperti cinta monyet. Pemilih dengan karakter demikian mudah tergoda, namun juga mudah berpaling, sehingga pergeseran preferensi pemilih akan terus terjadi.
"Mereka mudah tergoda dan bisa berubah dalam sekejap. Jika hari ini Pak Prabowo berada di puncak, mungkin minggu depan bisa berada di bawah. Begitu juga dengan Pak Anies, jika saat ini di bawah 20 persen, bisa saja ke depannya melampaui 20 persen," ungkapnya.
Semua ini adalah potensi yang akan berkembang seiring dinamika isu dan wacana di ruang publik yang disajikan oleh media dan platform media lainnya seperti podcast.
Boni juga menyoroti pergeseran preferensi politik kaum milenial dan generasi Z, pemilih terbesar di Indonesia. Menurutnya, preferensi mereka didasarkan pada hal-hal yang masuk akal dan rasional.
"Mereka cenderung rasional dan menganut teori pilihan rasional. Meskipun terlihat mudah terpengaruh oleh narasi, strategi, dan kampanye, mereka sebenarnya memproses informasi. Sesuatu yang dianggap benar bisa dianggap salah ketika ada bukti lebih lanjut atau antitesis," jelasnya.
Boni melihat ini sebagai tantangan bagi pasangan capres-cawapres yang akan berkompetisi di Pilpres 2024. Menurutnya, strategi kampanye harus lebih fokus pada ide-ide dan meninggalkan pola kampanye lama.
"Oleh karena itu, saya mengajak semua capres untuk terus mengembangkan strategi kampanye yang menonjolkan gagasan. Tinggalkan pola kampanye lama," tutup Boni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




