ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Eks Aktivis 98 Sepakat Tolak Fitnah untuk Prabowo-Gibran

Rabu, 29 November 2023 | 23:39 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Aktivis 98 untuk Prabowo-Gibran melakukan deklarasi menolak fitnah dan hoax di Pilpres 2024, di kantor Rampai Nusantara, Jakarta, Rabu, 29 November 2023.
Aktivis 98 untuk Prabowo-Gibran melakukan deklarasi menolak fitnah dan hoax di Pilpres 2024, di kantor Rampai Nusantara, Jakarta, Rabu, 29 November 2023. (Isti/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah mantan aktivis yang tergabung dalam aktivis 98 untuk Prabowo-Gibran sepakat menolak fitnah dan hoax yang ditujukan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam menyongsong Pilpres 2024. Mereka menginginkan Pilpres 2024 digelar dengan ruang gembira, tanpa saling hujat satu sama lain.

"Pemilu 2024 khususnya dalam kontestasi pilpres hendaknya dapat dijalankan dengan penuh riang gembira tanpa saling menghujat, menyebarkan ujaran kebencian dan kemarahan sesama anak bangsa," ujar Mardiansyah saat membacakan sikap hasil sarasehan aktivis 98 untuk Prabowo-Gibran di kantor Rampai Nusantara, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Pria yang akrab disapa Semar dan beberapa aktivis 98 itu juga menolak narasi adanya neo-Orde Baru yang mulai diembuskan sejumlah pihak. Menurut Semar, tuduhan neo-Orde Baru tak berdasar sama sekali dan jauh dari kenyataan di masa pemerintahan Jokowi.

ADVERTISEMENT

"Pernyataan pihak-pihak tertentu terkait neo-Orde Baru merupakan sesuatu yang berlebihan dan tidak masuk akal karena di masa presiden Jokowi justru kebebasan berpendapat diberikan ruang sebagaimana mestinya dan jauh dari sikap otoritarian," tandas Semar.

Lebih lanjut, aktivis 98 untuk Prabowo-Gibran juga menegaskan cita-cita reformasi yang mereka perjuangkan masih dalam jalur yang sesuai di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Nilai-nilai reformasi masih terjaga dengan sangat balik, korupsi dan nepotisme terus diperangi pemerintah Jokowi dengan sepenuh hati sehingga adanya isu nepotisme yang mewarnai proses tahapan pilpres sungguh tidak patut dibenarkan," ungkap Ketua Umum Rampai Nusantara ini.

Selain itu, Semar mengatakan pihaknya juga menolak isu penculikan aktivis 98 yang terus didaur ulang untuk memojokkan Prabowo Subianto di setiap ajang pilpres.

"Penculikan aktivis dan pelanggaran HAM isunya akan selalu saja ada di setiap kontestasi pilpres yang diikuti oleh Prabowo Subianto walau sebenarnya di banyak kesempatan hal ini sudah berkali-kali diberikan penjelasan karena itu sangat diyakini isu ini hanya digunakan untuk kepentingan politik semata dari kubu yang berlawanan," jelas Semar.

Pihaknya juga mengajak semua peserta pilpres untuk dapat bertarung secara gagasan. "Mengajak semua peserta pilpres untuk dapat bertarung secara gagasan bukan mengedepankan perasaan dramatis yang tidak ada manfaatnya sama sekali," pungkas Semar.

Dalam acara tersebut, selain Semar, hadir juga eks aktivis 98 seperti Ridwan, Mangapul Silalahi, Fernando Duling, Iwan Kurniawan, Sulaiman Haikal, dan Laode Kamaludin.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon