ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Beda Hasil Elektabilitas Capres Lembaga Survei Asing, Denny JA: Ojo Dibanding-bandingke

Minggu, 17 Desember 2023 | 10:51 WIB
TB
B
Penulis: Tim BeritaSatu | Editor: B1
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kedua kanan) dan Muhaimin Iskandar (kanan) bersama pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) serta pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (ketiga kanan) dan Mahfud MD (kedua kiri) sebelum debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2023. 
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kedua kanan) dan Muhaimin Iskandar (kanan) bersama pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) serta pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (ketiga kanan) dan Mahfud MD (kedua kiri) sebelum debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2023.  (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga survei asing Roy Morgan, mengeluarkan hasil survei calon presiden (capres) yang diberitakan di media luas pada 15-16 Desember 2023 kemarin. Hasil surveinya ternyata berbeda data elektabilitas dengan hasil sejumlah lembaga survei nasional.

Di akhir November dan awal Desember 2023, LSI Denny JA bersama empat lembaga survei nasional, juga Kompas, yang sudah malang melintang di dunia survei sejak beberapa pilpres lalu mengeluarkan data elektabilitas Ganjar Pranowo terjun bebas, dengan Prabowo- Gibran unggul telak dengan jarak 18%-20% atas pasangan Ganjar- Mahfud.

Namun di lembaga survei asing Roy Morgan, Ganjar nomor satu mengalahkan Prabowo. Ganjar di angka 38 persen, Prabowo 30 persen, dan Anies 25 persen.

ADVERTISEMENT

Akibatnya menurut Denny JA, muncul komentar yang membandingkan hebatnya lembaga survei negara luar dibandingkan Indonesia. Muncul pula komentar lembaga survei di Indonesia sudah menjadi alat pukul politik yang tidak menampilkan data sebenarnya.

“Lebih seram lagi komentar bahwa untuk survei di Indonesia saat ini ada arahan dari Jenderal Bintang Tujuh. Padahal semua itu menjadi jelas, cukup dengan melihat waktu survei Roy Morgan dilakukan. Bahkan itu juga sudah ada dalam berita itu,” ujar Denny JA dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (17/12/2023).

“Coba periksa, kapan survei Roy Morgan soal elektabilitas capres itu dilakukan?” tanya Denny JA.

Diketahui kalau survei Roy Morgan ini dilaksanakan pada Juli-September 2023 kepada 2.630 pemilih Indonesia yang berusia di atas 17 tahun. Menurut Denny JA, artinya, survei itu dikerjakan jauh sebelum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia capres/cawapres.

“Tentu saja. Itu jawaban pertama saya. Ojo dibanding- bandingke, itu jawaban kedua. Data basi bulan September, kok diberitakan di bulan Desember. Itu jawaban saya yang ketiga,” jelas Denny JA.

Menurut dia, pada periode Juli- September 2023, semua lembaga survei nasional melaporkan, Ganjar dan Prabowo bersaing ketat dengan selisih margin of error.

Di satu lembaga survei, Prabowo di atas Ganjar, di lembaga survei lain, Ganjar di atas Prabowo. Data itu sama sahnya karena selisihnya hanya di margin of error (2 X 2,9 persen).

“Situasi berubah justru pada Oktober- November 2023. Itu era ketika Gibran menjadi cawapres Prabowo. Itu era ketika terjadi koor nasional kubu Ganjar menyerang Jokowi. Serangan mulai dengan bahasa puisi, demokrasi semakin mendung di era Jokowi. Lalu serangan makin keras dengan bahasa aktivis, Jokowi Menghidupkan Orde Baru,” tulis Denny JA.

Menurutnya, itu menjadi era terjadinya eksodus suara pendukung Jokowi yang pergi dari Ganjar. “Namun mereka pergi ke mana? Sebagian ke Prabowo, sebagian ke Anies. Sebagian menjadi swing voters,” jelas Denny JA.

Menurutnya, di akhir November hingga awal Desember 2023, elektabilitas Ganjar merosot drastis, dan nyaris disusul Anies Baswedan. Dalam survei LSI Denny JA di akhir November, jaraknya tinggal 0,9 persen saja (di bawah margin of error).

Sementara elektabilitas Prabowo menanjak pesat, berjarak 18%-20 % dibanding Ganjar, juga dibandingkan Anies.

Kondisi elektabilitas bulan November- Desember 2023 mustahil terekam dalam survei lembaga asing Roy Morgan di bulan Juli- September 2023. 

“Kita tahu pasti, lembaga Roy Morgan ini tak memiliki mesin waktu yang membuatnya bisa membaca suasana pemilih di bulan November- Desember ketika saat itu ia berada di bulan September. Yang menjadi pertanyaan, mengapa data basi bulan September diberitakan di bulan Desember? Mengapa data masa lalu dinyatakan empat bulan kemudian?” tanya Denny JA.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon