Ini Kelebihan dan Kekurangan Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi
Kamis, 9 Agustus 2018 | 11:25 WIB
Jakarta - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengungkapkan kelebihan dan kekurangan Mahfud MD jika menjadi calon wakil presiden Joko Widodo. Nama Mahfud MD terus menguat sebagai cawapres yang dipilih Jokowi.
"Kelebihannya, antara lain Mahfud MD mempunyai kapabilitas, integritas dan akseptabilitas sangat baik," ujar Abbas di Jakarta, Kamis (9/8).
Menurut Abbas, Mahfud memiliki pengalaman yang cukup lengkap di sektor publik. Selain menjadi akademisi, Mahfud juga pernah merasakan pengalaman sebagai anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif.
"Mulai dari guru besar ilmu hukum, kemudian pernah menjadi anggota legislatif, pernah menjadi eksekutif sebagai Menteri Pertahanan dan Menkumham dan pernah menjadi yudikatif sebagai ketua MK," tutur dia.
Tak hanya itu, kata Abbas, Mahfud juga dikenal bersih dan berintegritas. Mahfud juga bisa diterima dan mampu merangkul berbagai kelompok Islam. "Latar belakangnya sebagai anggota HMI membuatnya bisa masuk di lingkungan politik lebih luas," ungkap dia.
Persoalan untuk Mahfud, kata Abbas adalah Mahfud saat ini kurang diterima di kalangan pengurus PBNU. Pasalnya, Mahfud disebut sebagai bukan kader NU, hanya warga NU biasa.
"Sikap PBNU ini bisa dimengerti. Karena mereka sudah mempunyai arah dukungan calon wapres ke Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Maruf Amin," tutur dia.
Meskipun demikian, Abbas menilai suara dan sikap politik NU tidak pernah satu secara utuh dalam momentum seperti ini. Faksi NU di PPP yang dimotori Ketum PPP Romihuuziy dan Sekjen Arsul Sani, kata dia, tegas mendukung Mahfud. Selain itu, masih ada dukungan dari Yenny Wahid.
"Bagaimana pun, secara historis, Gus Dur-lah yang menuntun Mahfud ke panggung nasional melalui PKB. Jadi, Mahfud tetap salah satu tokoh elite NU penting. Jika Mahfud benar-benar dipilih, suara NU tetap akan bisa dijaga," jelas dia.
Abbas menyarankan kepada Jokowi agar tetap menempatkan PKB dan Cak Imin di posisi yang baik sehingga dukungan PKB tetap dijaga. Sementara di pihak PKB juga ada kebutuhan memperbaiki suara di pemiliu.
"Tapi akan lebih positif jika Jokowi bisa menempatkan PKB dan Muhaimin dalam posisi yang baik. Marwah dan kebutuhan PKB untuk memperbaiki suara di pemilu harus diperhatikan. Demikian juga dengan PBNU," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




