ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KPU Kabupaten Bogor Sebut 2 Anggota KPPS yang Meninggal sebagai Pahlawan Demokrasi

Minggu, 1 Desember 2024 | 08:30 WIB
SJ
R
Penulis: Saepul Jaenudin | Editor: RZL
Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhamad Adi Kurnia mengunjungi kediaman almarhum Wisnu Dewantoro, ketua panitia pemungutan suara (PPS) Desa Cipecang yang meninggal saat bertugas pada Pilkada 2024.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhamad Adi Kurnia mengunjungi kediaman almarhum Wisnu Dewantoro, ketua panitia pemungutan suara (PPS) Desa Cipecang yang meninggal saat bertugas pada Pilkada 2024. (Beritasatu.com/Saepul Jaenudin)

Bogor, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor Muhamad Adi Kurnia menyebut dua anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai pahlawan demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi Kurnia saat takziah di kediaman almarhum Wisnu Dewantoro, ketua panitia pemungutan suara (PPS) Desa Cipecang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (30/11/2024).

"Mereka yang meninggal saat menjalankan tugas adalah pahlawan demokrasi. Kami turut berdukacita dan berterima kasih kepada keluarga almarhum tanpa mengurangi rasa hormat saya," ujar Adi Kurnia di rumah duka.

ADVERTISEMENT

Adi menjelaskan kedua anggota KPPS yang meninggal dunia berasal dari wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur. Satu di antaranya adalah ketua PPS Desa Cipecang, Kecamatan Cileungsi.

Sebelumnya, Ketua PPS Desa Cipecang Wisnu Dewantoro (44) meninggal dunia pada Sabtu (30/11/2024) pagi. Kakak almarhum, Ari, mengatakan Wisnu meninggal sekitar pukul 05.00 WIB.

"Rekapitulasi pilkada selesai, dia pulang karena merasa tidak enak badan dan tak lama kemudian meninggal dunia," ungkap Ari kepada Beritasatu.com.

Ari juga mengungkapkan bahwa almarhum menjalani rutinitas yang sangat padat selama Pilkada 2024, terutama saat menjelang pencoblosan dan setelahnya, saat penghitungan suara. Akibatnya, Wisnu sering pulang larut malam, bahkan hingga dini hari.

"Sehari-hari memang padat, sampai pukul 00.00 WIB atau 03.00 WIB baru pulang, tetapi belakangan ini lebih longgar, pulang sekitar pukul 23.00 WIB," katanya.

Menurut Ari, meskipun almarhum tidak memiliki riwayat penyakit. Ari menduga kelelahan akibat beban pekerjaan yang padat sebagai anggota KPPS menjadi penyebab meninggalnya Wisnu.

"Kelelahan dan mungkin beban pikiran. Almarhum tidak punya riwayat penyakit," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon