KLB PSSI: 2 Kubu Bersaing, La Nyalla Mundur

Sabtu, 2 November 2019 | 07:17 WIB
HS
JS
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JAS
Anggota Komite Pemilihan (KP) PSSI Budiman Dalimunthe (tengah) bersama empat anggota Komite Banding Pemilihan (KBP) PSSI Ponaryo Astaman (kiri), Djoko Tetuko (kedua kiri), Mahfudin Nigara (kedua kanan), dan Alfis Primatra (kanan) berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers terkait Kongres PSSI, di Kantor PSSI, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Komite Pemilihan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan mengumumkan daftar calon tetap Ketua Umum PSSI paling lambat pada 23 Oktober 2019.
Anggota Komite Pemilihan (KP) PSSI Budiman Dalimunthe (tengah) bersama empat anggota Komite Banding Pemilihan (KBP) PSSI Ponaryo Astaman (kiri), Djoko Tetuko (kedua kiri), Mahfudin Nigara (kedua kanan), dan Alfis Primatra (kanan) berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers terkait Kongres PSSI, di Kantor PSSI, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Komite Pemilihan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan mengumumkan daftar calon tetap Ketua Umum PSSI paling lambat pada 23 Oktober 2019. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Persaingan pemilihan Calon Ketua Umum (caketum) periode 2019-2023 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang digelar hari ini Sabtu (2/11/2019) di Hotel Shangri-La, Jakarta, semakin memanas. Dari 11 nama kandidat, kini mengerucut menjadi 2 kubu yang bakal bersaing di arena kongres.

Sembilan kandidat yang bersatu menjadi Kubu 9 yakni Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah, Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong, dan Sarman El Hakim akan melawan Mochamad Iriawan atau biasa disapa Iwan Bule. Satu kandidat lagi, yakni La Nyalla Mattalitti mengaku tak ingin menghadiri kongres karena dinilai tak sesuai rekomendasi FIFA.

Juru bicara Kubu 9, Fary Djemy Francis mengatakan mereka akan datang dan mengikuti kongres. Namun pihaknya berharap pemerintah dan FIFA memastikan kongres berjalan sesuai Statuta FIFA. Namun mereka tidak bisa memastikan apakah para kandidat ketua PSSI dapat menjalani dan mengakui hasil kongres.

"Semua tergantung dinamika yang terjadi dari kongres itu setiap menitnya. Deklarasi ini juga berisi kritikan terhadap tata cara pelaksanaan kongres luar biasa pemilihan yang kami sebut aneh karena ketiadaan sosialisasi tata cara pemilihan di kongres atau satu hari menjelang acara," kata Fary di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mengatakan belum mau berbangga diri terlebih dahulu meski telah mengantongi sejumlah voters (pemilik suara). Ia mengaku akan menunggu hingga kongres dimulai.

"Saya sudah roadshow ke voters dan mungkin ada sekitar 50 yang menyatakan memberikan dukungan, tapi kan itu dulu. Kalau nanti saat kongres, kita belum tahu. Sekarang saya tidak bisa pastikan, kita lihat saja besok (hari ini)," kata Iwan yang tetap optimistis.

Sementara La Nyalla Mattalitti memastikan tidak akan datang ke Kongres PSSI yang akan memilih Ketua Umum baru di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Mantan Ketua Umum PSSI itu menganggap kongres yang berstatus sebagai kongres luar biasa (KLB) pemilihan itu memiliki sejumlah permasalahan, termasuk mengabaikan FIFA dan tidak adil bagi pemilik suara.

Setelah menyatakan mundur dari Kongres PSSI 2 November, La Nyalla kembali menegaskan tidak bakal hadir dalam kongres yang akan menentukan pemimpin baru di federasi sepak bola Indonesia tersebut.

"Saya sudah sampaikan, selama kongres digelar 2 November maka saya menarik diri. Kalau saya teruskan maka saya bisa ditertawai orang, apalagi saya mantan ketua umum. Jadi tidak mungkin hadir. Aturannya harusnya waktu Januari itu, dan saya baru mau mencalonkan. Tapi rupanya tetap berjalan 2 November, jadi mari dilihat saja besok hasilnya," ujar La Nyalla.

Menanggapi hal ini, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menilai bahwa pelaksanaan Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar 2 November 2019 sah dan dapat diterima pelaksanaannya. Menurutnya, pelaksanaan KLB tersebut sah setelah sebelumnya Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menunjukkan surat dari FIFA yang menyatakan bahwa pelaksanaan KLB 2 November sudah diketahui FIFA sebagai federasi sepakbola dunia itu dan kongres akan dihadiri perwakilan FIFA.

"Kempora berpandangan bahwa pelaksanaan KLB PSSI 2 November dapat diterima pelaksanaannya. PSSI sudah menunjukkan copi dokumen surat dari FIFA bahwa pelaksanaan KLB sudah sepengetahuan FIFA, bahkan akan dihadiri oleh perwakilan FIFA," kata Gatot.

Untuk memastikan bahwa KLB 2 November sah, pada 18 Oktober lalu, Kempora pun telah bersurat dengan FIFA. Federasi sepakbola internasional itu pun merespons bahwa FIFA akan mengirimkan perwakilannya dalam KLB PSSI.

Dengan demikian, Kempora pun menerima rencana PSSI untuk mengadakan KLB dengan mematuhi persyaratan yang tertuang dalam surat rekomendasi Kemenpora tentang KLB. Surat rekomendasi itu berisikan bahwa KLB PSSI harus sesuai dengan ketentuan Statuta FIFA, UU SKN dan Statuta PSSI.

"Seandainya ada persoalan hukum dalam dan atau akibat KLB, sepenuhnya menjadi tanggung jawab PSSI. Dan pengurus PSSI diminta untuk segera menyampaikan laporan penyelenggaraan KLB PSSI kepada Menpora," ujar Gatot.

Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto berharap tak ada lagi polemik soal keabsahan kongres. Ia menegaskan perwakilan FIFA dan AFC akan menghadiri kongres. Jadi berharap jangan ada lagi yang berpolemik terkait KLB 2 November atau 25 Januari harus ada izin atau tidak dari FIFA.

"Kehadiran delegasi badan sepakbola dunia dan Asia yakni FIFA dan AFC menjadi bukti keabsahan KLB nanti. Para delegasi itu sudah hadir di Jakarta sejak Jumat. Dua delegasi FIFA yang akan hadir yakni Head of Member Association Governance Service, Luca Nicola dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh," ucap dia.

Kongres bakal memilih 15 personel Exco PSSI 2019-2023 yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota exco (komite eksekutif). Pemilih hak suara (voters) berjumlah 86, yang terdiri 34 perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 1 asosiasi futsal, dan 1 asosiasi sepakbola wanita. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon