Iwan Bule Pimpin PSSI, Ini Harapan Apkori

Sabtu, 2 November 2019 | 17:37 WIB
HS
IC
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: CAH
Ketua Umum PSSI M Iriawan (kedua kiri) bersama sejumlah delegasi berfoto bersama saat pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
Ketua Umum PSSI M Iriawan (kedua kiri) bersama sejumlah delegasi berfoto bersama saat pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Djoko Pekik Irianto mengucapkan selamat atas terpilihnya Mochamad Irawan sebagai Ketua Umum PSSI terpilih periode 2019- 2023. Dikatakan Djoko Pekik, siapapun yang terpilih sebagai ketua umum PSSI harus didukung semua pihak.

"Ajak semua tokoh potensial dan berkomitmen untuk membangun sepakbola. Bangun masyarakat bola yang menentramkan alias tidak ada lagi perkelahian antar suporter. Jangan ada pihak yang berusaha mendelegitimasi hasil kongres dengan dalih apapun," ujar Djoko dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Sabtu (2/11/2019).

Menurutnya tugas besar Ketum PSSI beserta jajarannya adalah membersihkan anasir-anasir yang terindikasi terkait mafia bola, membangun sepakbola modern basis Industri dan sinergi dengan pemerintah, sehingga tidak ada lagi lontaran pernyataan pemerintah dilarang turut campur urusan PSSI (seperti waktu lalu).

Guna mewujudkannya, lanjut Djoko, langkah yang harus dilakukan adalah memaksimalkan faktor-faktor pendukung teknis dalam membangun sepakbola modern. Contohnya menggali bakat atlet potensi diseluruh pelosok Indonesia yang memiliki motivasi berprestasi.

"Lalu lengkapi prasarana lapangan atau stadion terstandar di daerah-daerah terutama daerah yang memiliki potensi atlet (kerja sama dengan pemerintah pusat atau daerah)," jelasnya.

Selain itu perlu juga meningkatkan jumlah pelatih dan wasit yang berlisesasi pada semua jenjang, dan maksimalkan peran sport science dalam proses pembinaan. Lalu laksanakan kompetsi berkualitas berjenjang utamanya benahi sisten kompetisi usia muda.

Namun Akpori memberi catatan penting agar kompetisi usia muda harus handling by PSSI dengan melibatkan masyarakat swasta (misalnya seperti yang dilakukan sekarang Liga danone, kompas, top skor dan lainnya.

"Maka harus diatur jadwal kompetisi yang disesuaikan dengan kompetisi dunia. Untuk hal mendesak saat ini adalah siapkan penyelenggaraan Piala Dunia U20 tahun 2021. Siapkan tim tangguh menghadapi piala dunia U 20 dan jangan berpikir naturalisasi, " tutup Djoko.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon